Ristek Headline |
Senin 29 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 21 Oktober 2009
Ristek Fasilitasi BUMNIS dengan Combat Management System (CMS)
Print PDF Facebook Twitter Email


Pengembangan SEWACO [sensor weapon and control] atau Combat  Management System [CMS] telah dilakukan dan dipasang di kapal  Patroli Cepat [PC] TNI-AL, khususnya untuk pendeteksian bawah laut.

Fasilitasi RISTEK dalam mendorong PT LEN Industri untuk realisasi CMS  secara bertahap dengan MFDnya  Multi Function Display] telah dibuktikan  pada tahun 1998 yaitu pemasangan 10 unit untuk sonar di 10 kapal jenis  Parchim.

Tahun 2009 ini telah dilakukan koordinasi antara MABESAL,  RISTEK dan PT LEN Industri  untuk sinkronisasi program baik dari  segi anggaran, tahapan pencapaian kemampuan PT LEN Industri serta  kesiapan kapal yang akan disediakan oleh TNI-AL.

Rencana dimaksud telah  disepakati oleh masing-masing pihak sesuai fungsi, dimana tahapan MFD  yang diterapkan pada kapal Parchim dikembangkan menjadi CMS yang  dapat diapllikasi oleh Kapal Parchim, Sigma maupun Patroli Cepat,  sedangkan tahap berikutnya adalah diarahkan menjadi IWS untuk kapal Van  Speejk.


Pelaksanaan kesepakatan tersebut akan dapat direalisasi terutama  semangat untuk pembuktian design  ngineering dalam negeri, dimana  ketiga pihak akan mengawal secara bersama khususnya untuk applikasi  prototype CMS yang dapat berfungsi di kapal Parchim pada tahun 2009 ini.

Sehubungan dengan hal dimaksud, maka pada tanggal 15–16 Oktober 2009,  telah diadakan kunjungan ke TNI AL Surabaya [Disenlekal, Dislitbangal,  Asrena Kasal, Asdep PTE dan staf, GM PT LEN Industri dan staf] untuk  melihat secara langsung kondisi Kapal Parchim untuk rencana pemasangan  CMS Under Water Console. Kunjungan dilanjutkan pada kapal jenis Van  Speejk dan Corvet yang diharapkan PT LEN Industri dapat mengantisipasi rencana kebutuhan dalam  negeri untuk pengadaan peralatan kapal khususnya CMS.


Kapal eks hibah jerman timur kelas Parchim yang berjumlah 16 buah  dengan kelengkapan sonar system, saat ini hanya dioperasikan untuk kapal  patroli, dimana seharusnya kapal ini berfungsi untuk pendeteksian musuh  melalui bawah laut. Kondisi ini telah berulang kali diupayakan oleh TNI-AL  untuk dikembalikan sesuai fungsi, tetapi dikarenakan kondisi keuangan  negara, maka realisasinya agak terhambat. Untuk itu telah diadakan  kesepakatan dalam pemenuhan tersebut perlu sinergi program untuk  memacu daya saing industri serta percepatan hasil akhir sesuai kebutuhan  user. Upaya TNI-AL untuk melakukan perbaikan kapal dimaksud telah
 dibutktikan oleh pihak swasta nasional terutama untuk perbaikan  transducer, sedangkan kemampuan PT LEN Industri untuk pengembangan  CMS telah dilaksanakan melalui kegiatan yang difasilitasi oleh RISTEK sejak  tahun 2008 s/d 2010.


Pengembangan CMS ini diarahkan pada kapal jenis  Van Speejk, dengan pertimbangan secara fungsi kapal ini mempunyai  kelengkapan yang masih memadai. Sudah barang tentu kegiatan ini perlu  tahapan pencapaian bertahap yang diharapkan tahun 2009 ini hasil kerja PT  LEN Industri dapat dilakukan di kapal Parchim.


Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian  mencakup :1) Konsep R & D CMS yang dikembangkan oleh PT.LEN Industri ,  perlu data based yang meliputi sonar, ownship data, speed lock  dan Unit ekskusi dengan memberdayakan peralatan untuk  penembakan torpedo dan Borja [CMS dlm skala luas ada bagian untuk   udara, permukaan dan bawah air]. Kebutuhan untuk data based ini  menjadi bagian dari kontribusi TNI-AL dan akan didukung sepenuhnya;  2) Perlu integrasi dan sinkronisasi antar kegiatan yang dilakukan oleh  RISTEK, TNI-AL, Swasta nasional dan PT LEN Industri agar     pemanfaatan anggaran dan output secara bertahap dapat dibuktikan;  3). Penyusunan pohon industri sebagai pijakan tahapan pekerjaan atau  kegiatan akan disusun secara bersama yang nantinya dapat dipakai   oleh masing-masing pihak sesuai fungsi;  4).Perlu segera diadakan koordinasi untuk penyatuan tujuan antara     MABESAL [Disenlekal, Dislitbangal dan Asrena], PT BMP, PT LEN     Industri dan RISTEK, dimana setiap kegiatan yang sedang berjalan    perlu penyesuaian hasil akhir, dengan demikian tahun 2009    diharapkan dapat dibuktikan hasil kerja antar pihak yang lebih   konkrit.(ad-pte/D3/humasristek)



Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis
Kamis 18 Desember 2014
Rapat Tim Koordinasi Nasional Penguatan SIDa
Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Penjajagan Kerjasama Interoperabilitas Hasil-Hasil Penelitian antara Kemenristekdikti dengan Universitas Airlangga
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Owa Jawa Berhasil Ditangkarkan Oleh Studi Pusat Studi Satwa Primata
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
[ Berita lainnya ]