RISTEK Headline |  
Sabtu 11 September 2010
PENGUMUMAN
INTRA RISTEK
INFO PENGADAAN BARANG DAN JASA
PRODUK HUKUM
FOREIGN RESEARCH PERMIT
PUSTAKA VIDEO
REFERENSI
FASILITAS
INFO IPTEK
Rabu 28 Juli 2010
Sikorsky X2 Incar Gelar Helikopter Tercepat

Bermodalkan dua baling-baling pada sumbu bersama yang berputar berlawanan arah, Sikorsky X2 bertekad memecahkan rekor kecepatan terbang helikopter yang dipegang oleh helikopter Westland G-Lynx sejak 1986. Upaya pemecahan rekor ini  akan menentukan masa depan pengembangan helikopter di Sikorsky, perusahaan yang berbasis di Connecticut.

Sejak helikopter pertama mengapungkan pilot Paul Cornu ke udara, tak sampai 1 meter dari permukaan tanah pada 1907, terbang vertikal merupakan hasil kompromi antara kemampuan mengambang di udara dan kecepatan untuk terbang maju. Kini, 102 tahun kemudian, Sikorsky telah mendesain helikopter tercepat yang pernah ada.

Helikopter yang diberi nama X2 Technology Demonstrator itu telah mencapai kecepatan 181 knot atau 335 kilometer per jam dalam tes terbangnya, jauh lebih cepat daripada kecepatan jelajah terbaik yang dimiliki helikopter biasa, yang hanya 278 kilometer per jam. Kecepatan Sikorsky X2 bahkan diperkirakan sanggup menjelajah dengan kecepatan hingga 463 kilometer per jam.

Kecepatan di atas rata-rata helikopter biasa itu dimungkinkan karena X2 adalah helikopter coaxial, yang menggabungkan dua rotor kembar yang berputar dalam arah berlawanan di atas badan pesawat. Inovasi ini meniadakan kebutuhan akan rotor ekor yang umumnya melawan gerakan meliuk dari rotor utama tunggal. Sebagai pengganti rotor ekor, X2 memiliki baling-baling pendorong belakang, yang berfungsi meningkatkan daya dorong yang hampir sama seperti pesawat bersayap tetap.

Berbagai fitur baru yang diterapkan membuat pesawat ini dapat bergerak lebih cepat tanpa harus mengkompromikan kemampuan mengapung di udara. Teknologi baru tersebut, antara lain, sistem fly by wire, yang mengendalikan aerodinamika rotor, bilah rotor dengan rasio gaya angkat dan gaya gesek yang tinggi, struktur fairing rotor yang mengurangi gaya gesek, serta Active Vibration Control, yang meminimalisasi guncangan ketika pesawat terbang mengapung, sehingga sang pilot tak perlu berusaha keras.

Sistem fly by wire juga mencegah bilah rotor berputar melampaui kecepatan suara dan hancur berkeping-keping dalam aliran udara. Ini merupakan tindakan pencegahan yang amat penting bagi sebuah helikopter yang terbang dengan kecepatan di atas 210 knot atau 389 kilometer per jam.

Jim Kagdis, pengelola program lanjutan di Sikorsky, mengatakan kecepatan terbang maju akan meningkat bersamaan dengan penyempurnaan aerodinamika pesawat, yaitu dengan penggunaan fairing di sekeliling rotor. Fairing adalah struktur yang fungsi utamanya memproduksi outline halus dan mengurangi gaya gesek. Perbaikan aerodinamika itu juga diperoleh dari peningkatan daya dorong dari baling-baling pendorong belakang.

"Sekitar 50 persen gaya gesek pada pesawat berasal dari sistem dinamis coaxial," kata Kagdis. "Dengan fairing, kami yakin bisa memangkas gaya gesek itu hingga separuhnya."

Seluruh inovasi tersebut membuat X2 dapat mengapung, mendarat secara vertikal, serta melakukan manuver pada kecepatan rendah, dan beralih dengan mulus dari terbang mengapung ke terbang maju. Jeffrey Pino, Presiden Sikorsky, menyatakan bahwa pesawat tersebut akan mengubah pola "permainan" industri helikopter.

Sikorsky yakin pesawat itu akan mampu mematahkan rekor kecepatan terbang Westland G-Lynx, helikopter buatan Inggris, yang mampu melaju dengan kecepatan 400 kilometer per jam.

Akhir Juni lalu, X2 telah menyelesaikan dua tes terbang yang melibatkan penggunaan kedua baling-baling untuk pertama kalinya. Pada tes terbang yang dilakukan dalam dua kali penerbangan selama 1 jam itu, X2 terbang dengan kecepatan 96 kilometer per jam dan 78 kilometer per jam dengan baling-baling yang diatur untuk memberikan dorongan maju ke depan pada tes kedua. "Pesawat itu telah menuntaskan rangkaian akselerasi dan deselerasi dari mengapung hingga kecepatan 96 kilometer per jam," kata Kevin Bredenbeck, kepala pilot tes untuk Sikorsky. "Sistem peningkatan stabilitas beroperasi sesuai dengan desain, sedangkan getaran dan level kebisingan amat rendah."

Helikopter itu dirancang untuk mencapai kecepatan 250 knot atau 463 kilometer per jam, atau dua kali kecepatan helikopter biasa saat ini. Pesawat itu telah mengumpulkan lebih dari 3 jam terbang di fasilitas Sikorsky di Horseheads, New York. Helikopter ini akan dipindahkan ke development flight center perusahaan itu di West Palm Beach, Florida, sebelum melanjutkan tes terbang dalam persiapan pemecahan rekor.

Helikopter versi baru itu ada kemungkinan digunakan oleh pihak militer, meski tak tertutup ada kemungkinan juga bisa dimanfaatkan untuk kepentingan SAR dan taksi udara. (tempointeraktif.com/ humasristek)



Kamis 09 September 2010
Sumber Air Beragam Jadi Kunci Ketahanan Pangan
Rabu 08 September 2010
Warisan Naturalis Heinrich Surbeck
Selasa 07 September 2010
Obama Usulkan Insentif Pajak Riset
Senin 06 September 2010
Udang Kasat Mata Menyebar di Air Minum
Jumat 03 September 2010
M-Dress, Baju Yang Berfungsi Jadi Ponsel
Jumat 03 September 2010
Kedelai Superbesar Karya Batan
Kamis 02 September 2010
Sel Surya Gantikan Aspal Sebagai Material Jalan Raya
Rabu 01 September 2010
Peneliti Kembangan Antibodi dari Kulit Katak
Selasa 31 Agustus 2010
Mau Mudik? Jangan Beri Tahu Facebook!
Senin 30 Agustus 2010
Memanen Petir Sebagai Sumber Energi? Mengapa Tidak!
[ Berita lainnya ]