  Bertepatan dengan kunjungan Kanselir Jerman, Dr. Angela Merkel ke Indonesia, pada Rabu, 11 Juli 2012 telah ditandatangani Arrangement on Science for the Protection of Indonesian Coastal Marine Ecosystems (SPICE) Phase III Program antara Indonesia dengan Jerman. Penandatanganan dilakukan oleh Prof. Dr. Hari Eko Irianto, dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kelautan dan Perikanan sebagai koordinator program SPICE Indonesia dan Dr. Claudia Schultz dari Center for Marine Tropical Research (ZMT) Bremen, sebagai koordinator program SPICE Jerman. Dengan ditandatanganinya perjanjiann pengaturan tersebut, maka implementasi program SPICE tahap III yang telah disetujui dalam pertemuan ke-10 Steering Committee on Earth and Ocean Science antara Kementerian Riset dan Teknologi (RISTEK) dengan Kementerian Pendidikan dan Riset Jerman (BMBF) yang dilaksanakan tanggal 12 September 2011 lalu, resmi dimulai. Arrangement ini antara lain mengatur hal-hal penting seperi hak kekayaan intelektual (IPR), pengaturan pengalihan bahan/material (MTA), pubikasi Ilmiah bersama dan program capacity building untuk para peneliti Indonesia. Topik riset dalam program SPICE tahap III ini meliputi 6 topik yaitu; 1) Marine Biodiversity, Food Security and Sustainability, 2)Climate Change and the Oceans: Carbon Sequestration in Indonesia Sea and their Global Significance, 3) Understanding and Managing the Resilience of Coral Reefs and Associated Social System (Link into CTI), 4)Terrestrial Influence on Mangroves Ecology and Sustainability of their Resources, 5) Marine Geology and Geochemistry, dan 6) Ocean Renewable Energy. Adapun instansi yang terlibat dapam program ini antara lain Balitbang KP, BPPT, LIPI, dan beberapa perguruan tinggi seperti IPB, ITB, UGM, UNHAS, Unsoed dan Unri. Proses penandatanganan yang dilaksanakan di kantor Balitbang Kelautan dan Perikanan tersebut, disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kelautan dan Perikanan, Gellwyn Jusuf, Deputi Bidang Jaringan Iptek Kemenristek, Amin Soebandrio dan Asdep Jaringan Iptek Internasional, Nada Marsudi. Sedangkan dari pihak Jerman, disaksikan oleh Dr. Tim Jennerjahn dan Dr. Bernhard Mayer, yang merupakan peneliti dari ZMT Bremen. |