Ristek Headline |
Sabtu 30 Agustus 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 19 Juli 2012
Iptek Voice : Penetapan 1 Ramadhan
Print PDF Facebook Twitter Email

Penetapan 1 Ramadhan di Indonesia seringkali jatuh pada hari yang berbeda karena sejumlah organisasi menggunakan metode yang berbeda. Secara institusi, MUI (Majelis Ulama Indonesia ) merupakan anggota forum Lembaga Rukiyah dan Hisab yang sore ini akan melakukan siding isbat yang dipimpin Menteri Agama.

Ketua MUI, KH Amidhan mengatakan didalam MUI banyak organisasi massa di tingkat pusat termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. “Mereka juga punya masing-masing metode dalam menentukan 1 Ramadhan, tapi memang sebagian besar metode rukyah. Di Indonesia ini ada dua metode. Dasarnya sama, dengan melihat bulan. Tapi melihat bulan ini dengan metode-metode tertentu yang dianggap ijtihad. Rukyah dengan sains, kalangan NU dan pemerintah rukyah dengan betul-betul memantau bulan dengan mata telanjang,” ujar KH Amidhan pada siaran Iptek Voice, 19 Juli 2012.

KH Amidhan mengatakan perbedaan yang ada ini sulit disatukan karena memakai perspektif yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode ketika hilal diatas ufuk maka masuklah awal ramadhan. Menurut hisab Muhammadiyah, siang nanti sekitar jam 11 sudah terjadi ijtimah atau konjungsi yaitu benda-benda langit pada hari bulan dan bumi sejajar dalam garis lurus. Kedua, ijtimahnya itu terjadi sebelum maghrib yaitu siang hari. Ketiga, ketika matahari terbenam nanti sore posisi bulan masih ada artinya setelah matahari tenggelam setelah malam bulan itu sudah ada. Bulan sudah ada maka dihitung posisinya sekitar 1,7 derajat.

Sebaliknya metode rukyah murni pun memakai hisab juga dengan melihat posisi bulan dimana. Tapi karena harus melihat dengan mata telanjang ditentukan semacam varitas/ketentuan kemungkinan dapat dilihat bulan minimal 2 derajat tingginya. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga menggunakan metode minimal 2 derajat. Kalau ada yang melihat bulan dibawah dua derajat maka ditolak.

“Nanti sore ini kita akan melihat bulan, ketika dirukyah nanti sore ada kemungkinan bulan tidak bisa dilihat dua derajat. Karena tidak bisa dilihat, maka besok masih sya’ban, belum masuk Ramadhan. Jadi artinya bulan sya’ban disempurnakan selama 30 hari. Dan kemungkinan jatuhnya ramadhan ini pada hari Sabtu. Maka ketetapan pemerintah menjadi solusi untuk menyelesaikan perbedaan,. Yang penting perbedaan ini jangan diperuncing jangan dipertajam,” kata Amadin.” kata KH Amidhan.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Rabu 13 Agustus 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
[ Berita lainnya ]