Ristek Headline |
Jumat 29 Mei 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

surat
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 26 Mei 2015
Konferensi Pers tentang Ijazah Palsu

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

Ristek TV

RUP
BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 19 Juli 2012
Iptek Voice : Penetapan 1 Ramadhan
Print PDF Facebook Twitter Email

Penetapan 1 Ramadhan di Indonesia seringkali jatuh pada hari yang berbeda karena sejumlah organisasi menggunakan metode yang berbeda. Secara institusi, MUI (Majelis Ulama Indonesia ) merupakan anggota forum Lembaga Rukiyah dan Hisab yang sore ini akan melakukan siding isbat yang dipimpin Menteri Agama.

Ketua MUI, KH Amidhan mengatakan didalam MUI banyak organisasi massa di tingkat pusat termasuk Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. “Mereka juga punya masing-masing metode dalam menentukan 1 Ramadhan, tapi memang sebagian besar metode rukyah. Di Indonesia ini ada dua metode. Dasarnya sama, dengan melihat bulan. Tapi melihat bulan ini dengan metode-metode tertentu yang dianggap ijtihad. Rukyah dengan sains, kalangan NU dan pemerintah rukyah dengan betul-betul memantau bulan dengan mata telanjang,” ujar KH Amidhan pada siaran Iptek Voice, 19 Juli 2012.

KH Amidhan mengatakan perbedaan yang ada ini sulit disatukan karena memakai perspektif yang berbeda. Muhammadiyah menggunakan metode ketika hilal diatas ufuk maka masuklah awal ramadhan. Menurut hisab Muhammadiyah, siang nanti sekitar jam 11 sudah terjadi ijtimah atau konjungsi yaitu benda-benda langit pada hari bulan dan bumi sejajar dalam garis lurus. Kedua, ijtimahnya itu terjadi sebelum maghrib yaitu siang hari. Ketiga, ketika matahari terbenam nanti sore posisi bulan masih ada artinya setelah matahari tenggelam setelah malam bulan itu sudah ada. Bulan sudah ada maka dihitung posisinya sekitar 1,7 derajat.

Sebaliknya metode rukyah murni pun memakai hisab juga dengan melihat posisi bulan dimana. Tapi karena harus melihat dengan mata telanjang ditentukan semacam varitas/ketentuan kemungkinan dapat dilihat bulan minimal 2 derajat tingginya. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) juga menggunakan metode minimal 2 derajat. Kalau ada yang melihat bulan dibawah dua derajat maka ditolak.

“Nanti sore ini kita akan melihat bulan, ketika dirukyah nanti sore ada kemungkinan bulan tidak bisa dilihat dua derajat. Karena tidak bisa dilihat, maka besok masih sya’ban, belum masuk Ramadhan. Jadi artinya bulan sya’ban disempurnakan selama 30 hari. Dan kemungkinan jatuhnya ramadhan ini pada hari Sabtu. Maka ketetapan pemerintah menjadi solusi untuk menyelesaikan perbedaan,. Yang penting perbedaan ini jangan diperuncing jangan dipertajam,” kata Amadin.” kata KH Amidhan.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Rabu 27 Mei 2015
Diskusi
Selasa 26 Mei 2015
Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) Riset Kebencanaan 2015
Rabu 20 Mei 2015
Identifikasi Kebijakan Peningkatan Investasi Litbang
Rabu 20 Mei 2015
Upacara Bendera Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-107
Selasa 19 Mei 2015
Kemenristekdikti Sepakati Kerja Sama Peningkatan Produksi Sapi Unggul dengan Pemprov Jawa Barat
Jumat 15 Mei 2015
Lulusan Politeknik Harus Kompeten dan Siap Kerja
Jumat 15 Mei 2015
Pemanfaatan Iptek untuk Pertanian dan Peternakan
Sabtu 09 Mei 2015
Presentasi Publik Hasil Pemantauan Teluk Buyat Tahun 2014
Jumat 08 Mei 2015
Roadshow Panitia Hakteknas ke-20 di PT PAL dan ITS
Kamis 07 Mei 2015
Kegiatan Supervisi Pusat Unggulan Iptek
[ Berita lainnya ]