Ristek Headline |
Jumat 18 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 16 Agustus 2012
Sinergi Dan Kerjasama Antar Kementerian Dalam Pengembangan Pusat Unggulan Iptek
Print PDF Facebook Twitter Email

 Masih rendahnya daya inovasi Indonesia berdasarkan laporan World Economic Forum dalam The Global Competitiveness Report 2011-2012 antara lain disebabkan oleh kapasitas inovasi nasional yang masih rendah, kualitas lembaga litbang yang perlu ditingkatkan, pendanaan riset dari industri yang masih rendah, ketersediaan peneliti yang perlu ditingkatkan, kolaborasi antara universitas, lembaga litbang, dan industri yang masih perlu dibangun, dan penggunaan paten sebagai alat perlindungan hak cipta penemu dan sekaligus alat untuk diseminasi teknologi yang perlu dibangun lebih baik.

 

Terkait dengan hal tersebut, salah satu upaya yang dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi adalah melalui Pengembangan Pusat Unggulan Iptek. Pusat Unggulan Iptek yang dikembangkan Kementerian Riset dan Teknologi diarahkan untuk memperkuat lembaga litbang/pengembang teknologi (PT, LPK, LPNK, badan usaha, dan lembaga penunjang) agar mampu menghasilkan inovasi teknologi yang berbasis demand driven dalam rangka mendukung peningkatan daya saing pengguna teknologi (dunia usaha, IKM, pemerintah, dan masyarakat) di setiap koridor ekonomi sesuai potensi ekonomi daerah dan tema/isu strategis dalam tujuh bidang fokus pembangunan iptek. Demikian disampaikan oleh Yohan, Kepala bidang Program Kompetensi Kelembagaan, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Center of Excellence dalam Mendukung Kegiatan Ekonomi MP3EI di Kantor Kemenristek, Jakarta, 7 Agustus 2012.

 

Pertemuan bertujuan untuk mensosialisasikan  kegiatan pusat unggulan iptek yang sedang dilaksanakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi serta  membangun kerjasama dan sinergi dengan Lembaga Pemerintah Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian lainnya dalam pengembangan Pusat Unggulan Iptek.  Pertemuan ini adalah kali kedua setelah sebelumnya pada tanggal 3 Agustus 2012 dilakukan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Dewan Riset Nasional (DRN). Rapat dibuka oleh Deputi Bidang Kelembagaan Iptek, Benyamin Lakitan. Dalam sambutannya Benyamin Lakitan mengatakan bahwa kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek sejalan dengan  program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), terutama dalam mendukung salah satu inisiatif strategi yang akan dikembangkan di setiap koridor ekonomi, yaitu pengembangan center of excellence melalui pengembangan SDM dan iptek.

 

Dalam kesempatan yang sama, I Wayan Budiastra menyampaikan dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek diperlukan koordinasi dan keterlibatan berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) mulai dari Kementerian terkait, pemerintah daerah, lembaga litbang lainnya, pelaku industri dan masyarakat. Dukungan dan sambutan yang baik dilontarkan oleh peserta FGD di antaranya oleh Mesdin Kornelis Simarmata, Direktur Direktorat Industri, Iptek dan BUMN, Bappenas, serta Andrianto Handojo, Ketua DRN. Bappenas mengundang Kementerian Riset dan Teknologi untuk melakukan pembahasan bersama kegiatan yang akan dilakukan di masa mendatang, khususnya pengembangan Pusat Unggulan Iptek tahun 2014 dan seterusnya.

 

Dukungan lainnya juga disampaikan oleh para peserta dari Kementerian Perindustrian,  Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparkeraf), Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Energi dan Sumberdaya Mineral yang akan turut serta memberikan kontribusi ataupun mensinergikan kegiatan di masing-masing kementeriannya dengan kegiatan Pengembangan Pusat Unggulan Iptek.

 

Peserta dari Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit, menyampaikan bahwa saat ini Kementerian Perindustrian sedang mengembangkan pusat inovasi berbasis kelapa sawit di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Kab. Simalungun Sumatera Utara, pusat inovasi rotan di kawasan industri Palu, dan pengembangan kawasan industri lainnya di beberapa daerah. Pengembangan Pusat inovasi kelapa sawit telah sejalan dengan program Kementerian Riset dan Teknologi dengan ditetapkannya Pusat Kelapa Sawit sebagai koordinator pelaksananya. Diharapkan sinergi ini bisa berlanjut untuk kegiatan ekonomi utama lainnya. Terkait dengan Pusat Unggulan Kebencanaan, Oman Abdurahman, dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, mengusulkan perlu dibentuk juga Pusat Unggulan untuk tanah longsor dan penanganan gunung merapi. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagaimana disampaikan perwakilannya, Isdaryono, menyambut positif dan memberi dukungan pengembangan Pusat Unggulan Iptek Pariwisata di Bali.  Kemenparkeraf berharap agar pengembangan pariwisata tidak hanya untuk provinsi Bali, melainkan juga pariwisata secara nasional.

 

Menurut Putera Parthana dari Kementerian Kehutanan, bidang  kehutanan mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai pusat unggulan iptek berbasis sumberdaya hutan seperti sagu, obat herbal, dan perkayuan. Bahkan lembaga litbang di bawah Kementerian Kehutanan, seperti Balai Besar Bioteknologi dan Pemuliaan Hasil Hutan serta Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, sudah lama melakukan litbang berbasis kehutanan yang tentunya sangat dimungkinkan untuk dilibatkan dalam pengembangan Pusat Unggulan Iptek berbasis kehutanan. Demikian juga Kementerian Pertanian, sebagaimana dikemukakan Astu Unadi, mempunyai lembaga-lembaga litbang di seluruh provinsi yang melakukan kegiatan pertanian. Produk-produk yang dihasilkan pun sudah tak terhitung jumlahnya, mulai dari benih padi, jagung, ternak, kedelai, dan lain-lain sampai ke teknologi untuk penghilirannya. Lembaga-lembaga litbang ini diharapkan juga bisa dikembangkan menjadi Pusat Unggulan iptek. Oleh karena itu, sinergi dan kerjasama yang ditawarkan Kementerian Riset dan Teknologi sangat dimungkinkan untuk diwujudkan. Sementara Ngurah N. Wiadnyana dari Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan bahwa kementeriannya sudah terlibat dalam kegiatan pengembangan pusat unggulan iptek yang sekarang sedang berjalan di PUR-PLSO Sumatera Selatan dan akan tetap mendukung kegiatan yang sangat bermanfaat ini di masa mendatang. Masing-masing peserta dari Lembaga Pemerintah Kementerian dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian yang hadir berharap adanya tindak lanjut pelaksanaan kerjasama dan sinergi di masa mendatang.

 

FGD yang juga dihadiri beberapa Deputi serta Asdep terkait di lingkungan Kemenristek dan juga Staf Khusus serta Staf Ahli Menteri Negara Riset dan Teknologi menyepakati untuk berkoordinasi dan menyinergikan kegiatan di masing-masing unit kerja dengan kegiatan pengembangan Pusat Unggulan Iptek di Kementerian Riset dan Teknologi serta kementerian-kementerian lainnya. (ir, ad3-dep1/ humasristek)



Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]