Ristek Headline |
Sabtu 26 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 25 Juni 2012
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset Baterai Lithium Nasional
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam rangka memperkuat jaringan dan interaksi antar aktor-aktor inovasi serta mengembangkan potensi energi terbarukan di Indonesia khususnya baterai lithium, Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Forum Teknologi Industri Puspiptek (FTIP) menyelenggarakan Focuss Group Discussion (FGD) “Penguatan Jaringan Riset Baterai Lithium Nasional”. FGD yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juni 2012 di Graha Widya Bhakti ini merupakan tindak lanjut dari FGD pertama tanggal 24 Mei 2012. Salah satu point penting dari FGD yang pertama adalah telah disepakati bahwa masing-masing stakeholder akan menyampaikan proposal peran masing-masing dalam pengembangan baterai lithium untuk selanjutnya proposal tersebut akan diajukan pendanaannya kepada Kementerian Riset dan Teknologi atau kementerian yang terkait.

 

Bertempat di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna, Wisnu S Soenarso dalam sambutannya menyampaikan bahwa masalah mobil listrik sudah menjadi isu nasional. Diharapkan hasil litbang bidang baterai lithium yang merupakan sumber energi mobil listrik dapat berkontribusi untuk menyelesaikan isu nasional tersebut, demikian lanjut Wisnu. Dalam sesi diskusi dihadirkan pembicara dari perwakilan Bank Syariah Mandiri dan peneliti dari Pusat Penelitian Fisika (P2Fisika) LIPI.

 

Bank Syariah Mandiri melalui Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro, dan Program memaparkan bahwa jenis pembiayaan yang diberikan kepada UMKM terdiri dari pembiayaan langsung ke konsumen; melalui Linkage Program ke BPRS, Koperasi dan BMT; Program Kemitraan dengan Skema Inti Plasma; dan Program Pemerintah yaitu KUR. Terkait dengan kendala pendanaan riset yang dihadapai oleh peneliti, Bank Syariah Mandiri memang belum memiliki skema pembiayaan yang secara khusus mendanai kegiatan riset. Hal ini disebabkan karena pembiayaan hanya diberikan kepada orang perseorangan atau badan usaha dengan usaha yang feasible dan bankable. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pendanaan atas kegiatan riset disarankan untuk memanfaatkan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan besar seperti PT. Pertamina atau melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) Bank Mandiri, demikian disampaikan oleh perwakilan Bank Syariah Mandiri.

 

Diharapkan program riset baterai lithium ini menjadi produk yang dapat mengcover kebutuhan energi atau listrik nasional, khususnya di daerah terpencil. Produk baterai lithium ini dapat dikomersialisasikan dengan bantuan koperasi yang ada di daerah terpencil, sehingga seluruh wilayah terpencil memperoleh pasokan listrik. Jika telah terjadi kerjasama antara peneliti yang menghasilkan produk baterai lithium dan koperasi, Bank Syariah Mandiri dapat membantu pembiayaan melalui koperasi yang bersangkutan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi baterai lithium. “Strategi seperti inilah yang harus ditempuh para peneliti jika ingin mendapat pembiayaan dari bank”, demikian diungkapkan perwakilan Bank Syariah Mandiri.

 

Selain masalah pendanaan, FGD ini juga dibahas masalah pembuatan proposal konsorsium untuk mendapatkan pendanaan dari program Insentif yang diberikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Perwakilan peneliti dari P2 Fisika LIPI, Bambang Prihandoko, menyampaikan usulan konsep work breakdown structure (WBS) konsorsium riset baterai lithium dan penunjukan koordinator dari masing-masing work package.

 

Pada akhir diskusi disepakati bahwa masing-masing koordinator work package harus menyerahkan proposal paling lambat 2 (dua) minggu setelah FGD dilaksanakan dan konsorsium baterai lithium akan masuk dalam bidang fokus transportasi. (ad2-dep3/ humasristek)



Kamis 17 Juli 2014
Menristek Resmikan Workshop Fasilitas Pilot Plant Riset Baterai Lithium
Senin 14 Juli 2014
Menristek Hadiri Peresmian RS Pusat Otak Nasional
Selasa 08 Juli 2014
Sinkronisasi Kebijakan, Program dan Pendanaan Iptek 2015-2019
Senin 07 Juli 2014
Buka Puasa Bersama : Mari Kita Tingkatkan Keimanan dan Pengabdian Kita
Senin 07 Juli 2014
DWP Kemenristek Serahkan Santunan Pendidikan
Jumat 04 Juli 2014
Pengembangan Teknologi Transportasi Multiguna Pedesaan Hasil Konsorsium Riset
Jumat 04 Juli 2014
Peresmian Bio Center Plant dan Ground Breaking Unit Produksi Enzim PT Petrosida Gresik
Kamis 03 Juli 2014
Pengembangan Industri Perdesaan Berbasis Sumber Daya dan Produk Lokal Ternak Ruminansia Kecil dalam Wadah Konsorsium
Selasa 01 Juli 2014
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset dalam Pengembangan Energi Alternatif di Kota Surakarta
Selasa 01 Juli 2014
Indonesia - Iran: Dua Negara Islam Bersahabat yang Berkomitmen untuk Melaksanakan Penelitian dan Produksi Iptek Bersama
[ Berita lainnya ]