Ristek Headline |
Jumat 25 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 22 April 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Senin 25 Juni 2012
Kemenristek Dorong Penguatan Jaringan Riset Baterai Lithium Nasional
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam rangka memperkuat jaringan dan interaksi antar aktor-aktor inovasi serta mengembangkan potensi energi terbarukan di Indonesia khususnya baterai lithium, Kementerian Riset dan Teknologi bekerja sama dengan Forum Teknologi Industri Puspiptek (FTIP) menyelenggarakan Focuss Group Discussion (FGD) “Penguatan Jaringan Riset Baterai Lithium Nasional”. FGD yang diselenggarakan pada tanggal 22 Juni 2012 di Graha Widya Bhakti ini merupakan tindak lanjut dari FGD pertama tanggal 24 Mei 2012. Salah satu point penting dari FGD yang pertama adalah telah disepakati bahwa masing-masing stakeholder akan menyampaikan proposal peran masing-masing dalam pengembangan baterai lithium untuk selanjutnya proposal tersebut akan diajukan pendanaannya kepada Kementerian Riset dan Teknologi atau kementerian yang terkait.

 

Bertempat di Graha Widya Bhakti Puspiptek, Asdep Jaringan Penyedia dengan Pengguna, Wisnu S Soenarso dalam sambutannya menyampaikan bahwa masalah mobil listrik sudah menjadi isu nasional. Diharapkan hasil litbang bidang baterai lithium yang merupakan sumber energi mobil listrik dapat berkontribusi untuk menyelesaikan isu nasional tersebut, demikian lanjut Wisnu. Dalam sesi diskusi dihadirkan pembicara dari perwakilan Bank Syariah Mandiri dan peneliti dari Pusat Penelitian Fisika (P2Fisika) LIPI.

 

Bank Syariah Mandiri melalui Divisi Pembiayaan Kecil, Mikro, dan Program memaparkan bahwa jenis pembiayaan yang diberikan kepada UMKM terdiri dari pembiayaan langsung ke konsumen; melalui Linkage Program ke BPRS, Koperasi dan BMT; Program Kemitraan dengan Skema Inti Plasma; dan Program Pemerintah yaitu KUR. Terkait dengan kendala pendanaan riset yang dihadapai oleh peneliti, Bank Syariah Mandiri memang belum memiliki skema pembiayaan yang secara khusus mendanai kegiatan riset. Hal ini disebabkan karena pembiayaan hanya diberikan kepada orang perseorangan atau badan usaha dengan usaha yang feasible dan bankable. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pendanaan atas kegiatan riset disarankan untuk memanfaatkan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan besar seperti PT. Pertamina atau melalui program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL) Bank Mandiri, demikian disampaikan oleh perwakilan Bank Syariah Mandiri.

 

Diharapkan program riset baterai lithium ini menjadi produk yang dapat mengcover kebutuhan energi atau listrik nasional, khususnya di daerah terpencil. Produk baterai lithium ini dapat dikomersialisasikan dengan bantuan koperasi yang ada di daerah terpencil, sehingga seluruh wilayah terpencil memperoleh pasokan listrik. Jika telah terjadi kerjasama antara peneliti yang menghasilkan produk baterai lithium dan koperasi, Bank Syariah Mandiri dapat membantu pembiayaan melalui koperasi yang bersangkutan dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi baterai lithium. “Strategi seperti inilah yang harus ditempuh para peneliti jika ingin mendapat pembiayaan dari bank”, demikian diungkapkan perwakilan Bank Syariah Mandiri.

 

Selain masalah pendanaan, FGD ini juga dibahas masalah pembuatan proposal konsorsium untuk mendapatkan pendanaan dari program Insentif yang diberikan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Perwakilan peneliti dari P2 Fisika LIPI, Bambang Prihandoko, menyampaikan usulan konsep work breakdown structure (WBS) konsorsium riset baterai lithium dan penunjukan koordinator dari masing-masing work package.

 

Pada akhir diskusi disepakati bahwa masing-masing koordinator work package harus menyerahkan proposal paling lambat 2 (dua) minggu setelah FGD dilaksanakan dan konsorsium baterai lithium akan masuk dalam bidang fokus transportasi. (ad2-dep3/ humasristek)



Selasa 22 April 2014
Menristek Kunjungi LPA Lapan Kototabang
Selasa 22 April 2014
PP-IPTEK Rayakan Ke-23 Tahun Eksistensinya Dalam Pembudayaan Iptek
Selasa 22 April 2014
HUT ke-23 PP-IPTEK
Selasa 22 April 2014
Sosialisasi Kode Etik Penelitian di Universitas Jember
Selasa 22 April 2014
Free Access Jurnal Ilmiah Internasional bagi LPNK-RISTEK
Senin 21 April 2014
Peningkatan Kapasitas SDM Iptek Melalui Program Jenesys 2.0
Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
[ Berita lainnya ]