Ristek Headline |
Kamis 25 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 27 Juni 2012
Indonesia Dan Jerman Membuka Lembaran Baru Dalam Kerjasama Bioteknologi
Print PDF Facebook Twitter Email

Kerjasama Bilateral Iptek Indonesia Jerman telah memasuki tahap pendewasaan. Dengan latar belakang hubungan bilateral Indonesia – Jerman ke 60 pada tahun 2012, khususnya kerjasama Iptek bilateral yang telah berumur 33 tahun, evaluasi program dan peremajaan kerjasama menjadi prioritas dua Negara saat ini.

 

Dalam upaya meremajakan kerjasama Indonesia – Jerman bidang Bioteknologi, pada tanggal 19-20 Juni 2012 telah dilakukan kunjungan 12 orang delegasi Jerman bidang Bioteknologi ke Indonesia yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Riset (BMBF), Fraunhofer, Univ of Jena, Univ of Bonn, Univ of Tubingen, Uni of Braunschweig, Mueseum Feur Naturkunde, dan PtJ. Delegasi dipimpin oleh Madame Evelyn Obele, Head of Unit Health Research BMBF, dengan anggota delegasi antara lain  Rainer Fischer,  Georg Pohnert,  Gabrielle Konig, Wolfgang Wohllleben, Stefan Schulz, Stefan Lampel, Chritoph Hauser, serta  Michael Rottman dan Sombatua dari Kedutaan Besar Jerman di Indonesia.

 

Pada hari pertama, 19 Juni 2012, kunjungan dilaksanakan ke LIPI, yaitu ke fasilitas penelitian LIPI di Cibinong Science Centre. Pertemuan dilaksanakan di aula gedung Zoologi Pusat Penelitian Biologi LIPI,   dipimpin oleh Bambang Prasetya  serta dihadiri beberapa orang peneliti senior pada Puslit Biologi dan Puslit Bioteknologi LIPI. Dalam pertemuan tersebut,  Bambang Prasetya menjelaskan profil LIPI secara singkat dan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Puslit Biologi LIPI dan Puslit Bioteknologi LIPI. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari Adrea Agusta tentang kegiatan riset pengembangan anti biotik untuk pengobatan penyakit kanker (development of anti biotics for cancer) dari mikroba dan penjelasan Wien Koesharyoto tentang  area riset yang dilaksanakan oleh Puslit Bioteknologi LIPI saat ini, yakni meliputi: Plant Engineering, Animal Husbandary, Drug Development dan Bioprocess. Setelah presentasi, acara dilanjutkan kunjungan ke museum zoologi LIPI untuk melihat penanganan koleksi sample hewan, ke museum herbarium untuk melihat koleksi sample tumbuhan, dan ke laboratorium bioteknologi. Pada akhir kunjungan, Evelyn Obele menyampaikan kekagumannya atas pengelolalaan sampel yang telah dilakukan dan kegiatan pengembangan anti biotik untuk penyakit kanker yang dilakukan Puslit Bioteknologi LIPI. Beliau berharap bahwa pihak Jerman  dapat bekerjasama dengan LIPI dalam pemanfaatan biodiversity di waktu yang akan datang.

 

Setelah itu, Delegasi Jerman berpartisipasi pada kegiatan Joint Workshop IG Biotechnology:   Workshop ini dihadiri oleh 44 orang peserta termasuk 14 orang diantaranya  pembicara dari pihak Indonesia dan Jerman. Workshop  IG Biotechnology  ini disenggelarakan di Ruang Komisi-1, Gedung 2 BPPT. Workshop tersebut dibuka oleh Teguh Rahardjo (Deputi Bidang Produktivitas dan Relevansi Iptek), Lukman Hakim (Kepala LIPI), Evelyn Odele (BMBF), serta Michael Rottman, Atase Iptek Kedubes Jerman di Jakarta. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi dan diskusi yang mencakup tiga topik utama, yaitu Sesi I yang dimoderatori oleh Rifatul Widjhati,  peneliti Senior dari Kedeputian Bidang TAB BPPT – mencakup (i) Production of Bio-Pharmaceutical by Molecular Farming, (ii) Human Vaccine Development, (iii) Development of Pharmaceutical Products Based on Scientific Collection.  Sedangkan Sesi II dimoderatori oleh Ristiyanti peneliti senior pada Puslit Biologi LIPI membahas topik tentang (iv) Cooperation of Scientific Collection, dan (v) Stem Cell Application.


Hari ke dua, 20 Juni 2012, kunjungan di awali ke fasilitas Bioteknologi di BPPT qq Balai Pengkajian Bioteknologi dan Laboratorium Pusat Teknologi Agroindustri dan Bioindustri (LAB TIAB BPPT).  Delegasi Jerman diterima oleh Bambang Marwoto (Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika), Agus Masduki (Direktur Pusat  Teknologi Bioindustri),  Rifatul Widjhati (Senior Scientists), Esti RD Widjayanti, Chaidir, Edi Wahyono dan sejumlah peneliti senior dan junior di lingkungan TAB-BPPT.   Dalam diskusi di BPPT, beberapa topik usulan kerjasama yang dikemukakan adalah (i) scientific collection (microorganism) untuk produksi obat-obatan, seperti Streptomycin, dan penelaahan taksonomi dari mikroorganism, (ii) herbal medicine (type of expression, small molecule), (iii) white biotechnology – Biofuel kerjasama Biotek BPPT dan Fraunhofer yang telah berjalan, (iv) optimalisasi microalgae production yang dapat digunakan untuk functional food maupun sumber energi, (v) plant and marine natural product research for developing phytopharmaca and drug candidates.


Kunjungan ke BPPT kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pertemuan ke-16 Steering Committee Indonesia – Germany on Biotechnology di Kantor Pusat Puspiptek, Serpong Tangerang.  Pertemuan Komite Iptek Bioteknologi dipimpin oleh Teguh Rahardjo, sebagai ketua Delegasi RI, dan dihadiri oleh Endang Sukara, Kepala Puslitbang BPPT dan LIPI yang terkait Bioteknologi, serta para peneliti Bioteknologi di Indonesia, dari BPPT, LIPI, Litbangkes, serta dari pihak industri farmasi  PT. Biofarma, dan PT. Kalbe Farma.

 

Session I: SC IG Biotechnology

Dalam pembukaannya Teguh Rahadjo mengemukakan bahwa berdasarkan pengalaman kerjasama yang lalu, terjadi perbedaan yang signifikan dalam dukungan pendanaan dan mekanisme anggaran di Jerman dan Indonesia, sehingga beberapa kerjasama Iptek Indonesia Jerman bidang Bioteknologi masih dapat ditingkatkan dikemudian hari.  Selanjutnya, beliau juga sangat mendukung pendapat Obele yang menekankan identifikasi untuk kerjasama baru di bidang Bioteknologi.

 

Obele dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Negara Ristek, LIPI, BPPT dan pihak swasta yang berpartisipasi aktif sewaktu Delegasi Jerman berada di Indonesia.  Ini adalah kali pertama baginya untuk memimpin Delegasi Jerman bidang Bioteknologi, namun beliau menaruh harapan yang besar dari Komite Iptek Bioteknologi ini, untuk bersama-sama mengidentifikasi kerjasama baru yang menguntungkan kedua belah Pihak. Pada kesempatan itu, beliau juga mempresentasikan ‘Overview German S&T System’ yang banyak didominasi oleh litbangrep dan institusi litbang yang ternama seperti Fraunhofer dan Max Planc, serta program-program BMBF dan proyek-proyek penelitian yang didanai oleh BMBF.

 

Dalam menjalankan misi kerjasama Internasional, Pemerintah Jerman mempunyai dua strategi yaitu melalui pendekatan high technology dan international strategy, yang terkait erat dengan pendekatan riset melalui pemimpin global, dan identifikasi inovasi yang potensial melalui mobilisasi Internasional. Dua program fundamental yang dilaksanakan BMBF saat ini adalah (i) Health Research framework program dan (ii) Bioeconomy programme until 2030, dimana Obele memfokuskan pada pengembangan industri kesehatan sejak tahun 2011.  Keenam tantangan global dan aksi yang dilakukan oleh BMBF adalah (i) Structure: major diseases, (ii) Research: individualized medicine, (iii) Prevention, (iv) Health care system, (v) Innovation: health care industry, (vi) Global: international cooperation.


Lebih lanjut, beliau menyampaikan ringkasan pencapaian Komite Iptek Bioteknologi kedua Negara yang telah terbentuk sejak 1979, dan dikukuhkan pada tahun 1999 melalui mekanisme 2+2 dengan melibatkan pihak swasta.  Fokus tematik yang dilaksanakan adalah penggunaan teknologi enzim dan bioproduksi.  Teridentifikasi oleh BMBF, sampai tahun 2012 ada 40 program individual IG Biotech, dengan pendanaan sekitar Euro 34.9 Mio dari BMBF.  Untuk kedepan, fokus tematik yang diharapkan dari pihak Jerman adalah optimalisasi biodiversity di Indonesia untuk kesehatan, dan bidang lainnya. Saat ini, dua proyek kerjasama bilateral Bioteknologi yang berjalan adalah (1) White Biotechnology dengan BPPT, dan (2) Improvement of the Indonesian total production using dedicating cassava dengan Universitas Mataram.

 

Endang Sukara, mewakili Indonesia,  melaporkan perkembangan program-program IG Biotechnology versi Indonesia, sejak pertemuan SC IG Biotech tahun 2009.  Dari 11 joint research program (6 LIPI dan 5 BPPT), hanya dua program yang masih berjalan.  Beliau juga menekankan pentingnya langkah-langkah berikut untuk membangun kerjasama Bioteknologi dimasa yang akan datang:

 

  1. Penyusunan guideline dan term of reference (TOR) untuk kolaborasi, sebagai acuan dan petunjuk dari para peneliti dan institusi yang terlibat di Indonesia dan Jerman.
  2. Program kerjasama Biotek yang baru dapat dilakukan, akan tetapi penting untuk mengapresiasi program kerjasama yang telah berlalu, bahkan apabila memungkinkan disarankan untuk proyek kerjasama baru tidak dimulai dari ‘nol’, melainkan diupayakan untuk mengembangkan berdasarkan capaian penelitian yang ada.
  3. Prioritasi Material Transfer Agreement (MTA), publikasi dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) perlu menjadi perhatian.
  4. Komitmen pihak swasta.
  5. Komitmen pendanaan dari Pemerintah RI, khususnya Kementerian Negara Ristek, serta Institusi yang terlibat.
  6. Peningkatan kapasitas peneliti Indonesia dan Jerman yang terlibat, baik melalui pertukaran peneliti, program mobility dan beasiswa.

 

Session II: SC IG Biotechnology

Pada Sesi ke dua, penjajakan kerjasama Bioteknologi dengan fokus tematik (i) Biodiversity for Drug Development (ii) Human vaccine (iii) Scientific collection (iv) Stem Cells.  Evelyn Obele mengemukakan ketertarikan pihak Jerman untuk mengkaji penelitian bersama mengenai keanekaragaman hayati (Biodiversity), karena ini adalah fokus tematik yang paling penting dalam program bioteknologi kesehatan.  Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa koleksi sampel Biodiversity untuk perkembangan obat-obatan sangat menarik untuk dieksplorasi lebih lanjut oleh peneliti-peneliti Bioteknologi dari kedua Negara.

 

Menanggapi ketertarikan pihak Jerman, Bambang Marwoto (BPPT) mengusulkan proyek penelitian ‘Production compounds from Marine Biodiversity’, sedangkan Agus Masduki mengajukan ‘Biodiversity for drug development and functional food, ie isolated in microalgae”. Sementara Wien Koesharyoto (LIPI) mengusulkan (i) drug development from microorganism, (ii) isolation of anti aging and anti cancer, through fractionation of biomaterials, and screening of lead compound.  Untuk ini beberapa compounds telah ditemukan LIPI, dan ditawarkan untuk dikerjasamakan dengan pihak Jerman.

 

Dalam diskusi, Michael Rottman mengemukakan bahwa Komite Iptek Bioteknologi saat ini ditugaskan untuk mengkaji kolaborasi kerjasama yang prospektif dan konkrit, dan menyarankan agar bidang ‘Kesehatan” menjadi topik utama dari Komite Iptek Bioteknologi. Nada Marsudi mengingatkan pentingnya penentuan fokus tema dalam kerjasama IG Bioteknologi mengacu pada banyaknya proposal baru yang diajukan oleh LPNK dan Lemlitbang.

 

Christoph Häuser, dari Museum für Naturkunde menyarankan agar fokus tematik kerjasama diarahkan kepada (i) keanekaragaman hayati dan potensinya untuk aplikasi kesehatan, (ii) pengembangan substance/compound you potential menjadi proyek kerjasama yang berjangka panjang.  Selain itu, Endang Sukara menyarankan pentingnya penyusunan ‘research directory’ dan ‘molecular development’ dari temuan biodiversity dan potensial ‘compound’ dari biodiversity tersebut.  Teguh Rahardjo juga menekankan pentingnya ‘riset yang terintegrasi’ dalam kerjasama Bioteknologi kedepan. Jika Kementerian Ristek mengetahui data base dari peneliti di Jerman dan Indonesia, identfikasi kerjasama dapat dimulai dari peneliti-peneliti tersebut, seperti pengembangan obat untuk kanker.  Lebih lanjut ditekankan bahwa RISTEK perlu untuk mengetahui topik maupun fokus kerjasama untuk ditetapkan di Agenda Riset Nasional (ARN), sehingga Ristek dapat menyediakan anggaran. 

 

Pada akhir pertemuan, kedua Delegasi bersepakat untuk menyusun (i) ‘White Paper on Biodiscovery/Biodiversity to Biomedical Innovation’ termasuk Road Map kerjasama 5 tahun ke depan , serta (ii) ‘Research Directory’.  Diharapkan kedua dokumen ini dapat diselesaikan minimum 4 bulan setelah pertemuan bulan Juni 2012 ini, dan paling lambat pada semester 1 tahu depan, sebelum pertemuan ke 17  Steering Committee IG Biotechnology di Berlin – Germany pada tahun 2013. (ad5-dep3/ humasristek)



Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis
Kamis 18 Desember 2014
Rapat Tim Koordinasi Nasional Penguatan SIDa
Kamis 18 Desember 2014
Menristekdikti Hadiri Musrenbangnas
Rabu 17 Desember 2014
Penjajagan Kerjasama Interoperabilitas Hasil-Hasil Penelitian antara Kemenristekdikti dengan Universitas Airlangga
Rabu 17 Desember 2014
Teknologi Spasial Open Platform untuk Kota Pekalongan
Selasa 16 Desember 2014
Menristekdikti Serahkan Penghargaan Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa 2014
Selasa 16 Desember 2014
Owa Jawa Berhasil Ditangkarkan Oleh Studi Pusat Studi Satwa Primata
Selasa 16 Desember 2014
Penganugerahan Pusat Unggulan Iptek 2014
Senin 15 Desember 2014
Presiden RI Joko Widodo Hadiri Puncak Peringatan Hari Nusantara 2014
Senin 15 Desember 2014
Menristekdikti Resmikan Desa Inovasi Nelayan
[ Berita lainnya ]