Ristek Headline |
Minggu 20 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
INFO IPTEK
Jumat 13 Juli 2012
Kejut Listrik untuk Awetkan Susu
Print PDF Facebook Twitter Email

Susu sapi seusai diperah hanya bertahan lima jam tanpa perlakuan pengawetan. Dengan pasteurisasi, ketahanan susu meningkat sampai dua hari. Mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Hadi Apriliawan (24), menciptakan alat kejut listrik tegangan tinggi 50.000 volt yang mampu mengawetkan susu hingga tujuh hari.

Kejut listrik (pulse) tegangan tinggi membunuh mikroorganisme penyebab susu cepat rusak. Tetapi, kualitas susunya tidak rusak,” kata Hadi saat menjadi narasumber Kompetisi Technopreneurship Pemuda 2012 yang diikuti 70 peserta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta, Senin (9/7).

Hadi menempuh studi S-1 di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Lulus pada tahun 2011, ia lantas melanjutkan ke jenjang S-2 di fakultas yang sama dengan jurusan bioteknologi.

Ia merancang alat kejut listrik tegangan tinggi tahun 2007 hingga 2009. Kemudian, ia menyempurnakan dan menguji coba alat tersebut untuk para peternak sapi perah di Malang.

Pada 20 Juni 2011, Hadi mendaftarkan paten alat yang diberi nama laban elektrik tersebut. Klaim patennya meliputi rangkaian dan prosesnya.

Teknik kejut listrik untuk pengawetan produk makanan sebenarnya sudah populer dan banyak diterapkan di Jepang, terutama untuk mengawetkan ikan segar. Sebab, warga Jepang terkenal sebagai konsumen ikan segar terbesar di dunia.

Teknik pengawetan ikan segar dengan kejut listrik tegangan tinggi sangat diminati. Itu karena kualitas produk makanan relatif tetap, tanpa bahan tambahan, dan memiliki daya tahan cukup lama.

Hadi pun mempelajari teknologi kejut listrik tegangan tinggi untuk diterapkan pada pengawetan susu sapi sehabis diperah.

”Orangtua saya memiliki usaha ternak sapi perah. Susu yang cepat rusak selalu menjadi keluhan orangtua dan tetangga yang juga menjadi peternak sapi perah,” ujar Hadi.

Ayah Hadi yang menumbuhkan minat agar anaknya itu membuatkan alat atau mencarikan cara supaya susu tidak lekas rusak sehabis diperah. Alat pasteurisasi untuk mensterilkan susu memang ada, tetapi tergolong mahal bagi peternak.

Alat yang dirancang Hadi kemudian dipopulerkan para konsumen dan rekan-rekannya dengan nama sulis. Sulis adalah singkatan dari susu listrik.

Komersialisasi

Komersialisasi laban elektrik alias alat kejut listrik tegangan tinggi untuk mengawetkan susu segar sampai tujuh hari sekarang sudah berjalan. Hadi sudah mendirikan perusahaan CV Inovasi Anak Negeri di Malang untuk memproduksi dan memasarkan alat tersebut sambil menunggu hak paten.

Hadi menjadi presiden direktur perusahaan itu. Ia bersama sembilan rekannya telah menjual 20 unit laban elektrik.

Konsumennya tersebar di beberapa kota, antara lain Malang, Bandung, Bogor, dan Jakarta. Alat tersebut dibuat mulai dari kapasitas terkecil untuk ukuran 5 liter sampai 100 liter.

Harga laban elektrik berkapasitas 5 liter adalah Rp 7,5 juta. Untuk kapasitas terbesar, 100 liter, harganya Rp 80 juta.

Harga tersebut jauh lebih ringan dibandingkan dengan harga peralatan pasteurisasi. Bagi para peternak di perdesaan, alat itu terbilang mahal.

Cepat dan mudah

Menurut Hadi, penggunaan laban elektrik cepat dan mudah. Untuk kapasitas 5 liter hanya dibutuhkan waktu 5 menit. Untuk kapasitas 100 liter hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit.

Pada prinsipnya, pada alat ini disediakan tabung penampung untuk susu segar yang siap diawetkan. Tabung penampung susu setelah perlakuan pengawetan juga harus disiapkan.

Berikutnya, rangkaian elektronik penghasil kejut listrik tegangan tinggi 50.000 volt. Kejut listrik tegangan tinggi dioperasikan pada pipa saluran.

Rangkaian pembangkit listrik tegangan tinggi berupa penyearah untuk memberikan catu daya listrik DC yang stabil. Kemudian, osilator memakai komponen IC UPC 1379 sebagai pengatur waktu (timer). Rangkaian lain adalah untuk penguat arus keluaran dari osilator.

Penerapannya, susu dialirkan ke pipa saluran untuk mendapat kejut listrik tegangan tinggi. Kejut listrik itu akan membelah sel-sel mikroorganisme yang terkandung di dalam susu hingga mati.

”Pemberian kejut listrik menyebabkan hampir semua mikroorganisme mati,” ungkap Hadi.

Mikroorganisme yang menguntungkan pada susu, menurut Hadi, bisa ditambahkan ke susu setelah pemberian kejut listrik tegangan tinggi, misalnya untuk pembuatan susu probiotik.

Alat kejut listrik tegangan tinggi laban elektrik karya Hadi dibuat untuk membantu peternak sapi perah. Tujuannya adalah agar peternak tidak merugi jika penyaluran susu segar melebihi waktu lima jam.

Laban elektrik juga bisa diterapkan untuk keperluan lain, misalnya membunuh mikroorganisme air minum. Selain itu, untuk mengawetkan jus buah dan sayuran.

Alat ini telah teruji melalui Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya yang berstandar nasional.

Kita berharap muncul Hadi-Hadi lain, perekayasa yang membuat inovasi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, teknologi yang diciptakan tidak berhenti sebatas prototipe atau tulisan laporan saja. (Kompas, 13 Juli 2012/ humasristek)



Kamis 17 April 2014
Vicko, Ciptakan Peluru Frangible yang Berbahaya
Rabu 16 April 2014
UGM Kembangkan Susu Kedelai Fermentasi untuk Balita Penderita Gizi Buruk
Selasa 15 April 2014
Hari Ini, Gerhana Bulan 'Merah Darah' Tampak di Indonesia
Senin 14 April 2014
Robot Gedek Pengering Gabah
Jumat 11 April 2014
UNY Kembangkan Formula Hybrid Pertama Di Indonesia
Kamis 10 April 2014
Cara Penjahat Siber Bobol ATM Windows XP
Selasa 08 April 2014
Peneliti UGM Kembangkan Teknologi Menaikkan Air dengan Air
Senin 07 April 2014
Mikroba ‘Google’ Alumni UNSOED Menyulap Padang Pasir Jadi Lahan Pertanian
Jumat 04 April 2014
Dosen IBI Darmajaya CCTV Cerdas, Mampu Mengenali Wajah Dan Identitas Objek
Kamis 03 April 2014
Kotak Pendingin Ikan Mahasiswa Pontianak Mampu Segarkan Ikan Hingga 16 Jam
[ Berita lainnya ]