Ristek Headline |
Senin 20 Mei 2013
 
 
Iptek Voice
Senin 13 Mei 2013
Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
http://ristek.go.id/file/voice/2013/05/potensi-energi-laut-dan-regulasinya-di-indonesia.mp3
kategori : Energi
Prof. Ir. Mukhtasor dan Dr. Ir. Anny Sulaswatty, M.Eng
Galeri Foto

Senin 20 Mei 2013
Hasil Penelitian Pemantauan Teluk Buyat

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


INFO IPTEK
Jumat 13 Juli 2012
Kejut Listrik untuk Awetkan Susu
Print PDF Facebook Twitter Email

Susu sapi seusai diperah hanya bertahan lima jam tanpa perlakuan pengawetan. Dengan pasteurisasi, ketahanan susu meningkat sampai dua hari. Mahasiswa Universitas Brawijaya, Malang, Hadi Apriliawan (24), menciptakan alat kejut listrik tegangan tinggi 50.000 volt yang mampu mengawetkan susu hingga tujuh hari.

Kejut listrik (pulse) tegangan tinggi membunuh mikroorganisme penyebab susu cepat rusak. Tetapi, kualitas susunya tidak rusak,” kata Hadi saat menjadi narasumber Kompetisi Technopreneurship Pemuda 2012 yang diikuti 70 peserta mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Kementerian Riset dan Teknologi, Jakarta, Senin (9/7).

Hadi menempuh studi S-1 di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya. Lulus pada tahun 2011, ia lantas melanjutkan ke jenjang S-2 di fakultas yang sama dengan jurusan bioteknologi.

Ia merancang alat kejut listrik tegangan tinggi tahun 2007 hingga 2009. Kemudian, ia menyempurnakan dan menguji coba alat tersebut untuk para peternak sapi perah di Malang.

Pada 20 Juni 2011, Hadi mendaftarkan paten alat yang diberi nama laban elektrik tersebut. Klaim patennya meliputi rangkaian dan prosesnya.

Teknik kejut listrik untuk pengawetan produk makanan sebenarnya sudah populer dan banyak diterapkan di Jepang, terutama untuk mengawetkan ikan segar. Sebab, warga Jepang terkenal sebagai konsumen ikan segar terbesar di dunia.

Teknik pengawetan ikan segar dengan kejut listrik tegangan tinggi sangat diminati. Itu karena kualitas produk makanan relatif tetap, tanpa bahan tambahan, dan memiliki daya tahan cukup lama.

Hadi pun mempelajari teknologi kejut listrik tegangan tinggi untuk diterapkan pada pengawetan susu sapi sehabis diperah.

”Orangtua saya memiliki usaha ternak sapi perah. Susu yang cepat rusak selalu menjadi keluhan orangtua dan tetangga yang juga menjadi peternak sapi perah,” ujar Hadi.

Ayah Hadi yang menumbuhkan minat agar anaknya itu membuatkan alat atau mencarikan cara supaya susu tidak lekas rusak sehabis diperah. Alat pasteurisasi untuk mensterilkan susu memang ada, tetapi tergolong mahal bagi peternak.

Alat yang dirancang Hadi kemudian dipopulerkan para konsumen dan rekan-rekannya dengan nama sulis. Sulis adalah singkatan dari susu listrik.

Komersialisasi

Komersialisasi laban elektrik alias alat kejut listrik tegangan tinggi untuk mengawetkan susu segar sampai tujuh hari sekarang sudah berjalan. Hadi sudah mendirikan perusahaan CV Inovasi Anak Negeri di Malang untuk memproduksi dan memasarkan alat tersebut sambil menunggu hak paten.

Hadi menjadi presiden direktur perusahaan itu. Ia bersama sembilan rekannya telah menjual 20 unit laban elektrik.

Konsumennya tersebar di beberapa kota, antara lain Malang, Bandung, Bogor, dan Jakarta. Alat tersebut dibuat mulai dari kapasitas terkecil untuk ukuran 5 liter sampai 100 liter.

Harga laban elektrik berkapasitas 5 liter adalah Rp 7,5 juta. Untuk kapasitas terbesar, 100 liter, harganya Rp 80 juta.

Harga tersebut jauh lebih ringan dibandingkan dengan harga peralatan pasteurisasi. Bagi para peternak di perdesaan, alat itu terbilang mahal.

Cepat dan mudah

Menurut Hadi, penggunaan laban elektrik cepat dan mudah. Untuk kapasitas 5 liter hanya dibutuhkan waktu 5 menit. Untuk kapasitas 100 liter hanya diperlukan waktu sekitar 15 menit.

Pada prinsipnya, pada alat ini disediakan tabung penampung untuk susu segar yang siap diawetkan. Tabung penampung susu setelah perlakuan pengawetan juga harus disiapkan.

Berikutnya, rangkaian elektronik penghasil kejut listrik tegangan tinggi 50.000 volt. Kejut listrik tegangan tinggi dioperasikan pada pipa saluran.

Rangkaian pembangkit listrik tegangan tinggi berupa penyearah untuk memberikan catu daya listrik DC yang stabil. Kemudian, osilator memakai komponen IC UPC 1379 sebagai pengatur waktu (timer). Rangkaian lain adalah untuk penguat arus keluaran dari osilator.

Penerapannya, susu dialirkan ke pipa saluran untuk mendapat kejut listrik tegangan tinggi. Kejut listrik itu akan membelah sel-sel mikroorganisme yang terkandung di dalam susu hingga mati.

”Pemberian kejut listrik menyebabkan hampir semua mikroorganisme mati,” ungkap Hadi.

Mikroorganisme yang menguntungkan pada susu, menurut Hadi, bisa ditambahkan ke susu setelah pemberian kejut listrik tegangan tinggi, misalnya untuk pembuatan susu probiotik.

Alat kejut listrik tegangan tinggi laban elektrik karya Hadi dibuat untuk membantu peternak sapi perah. Tujuannya adalah agar peternak tidak merugi jika penyaluran susu segar melebihi waktu lima jam.

Laban elektrik juga bisa diterapkan untuk keperluan lain, misalnya membunuh mikroorganisme air minum. Selain itu, untuk mengawetkan jus buah dan sayuran.

Alat ini telah teruji melalui Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Brawijaya yang berstandar nasional.

Kita berharap muncul Hadi-Hadi lain, perekayasa yang membuat inovasi berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, teknologi yang diciptakan tidak berhenti sebatas prototipe atau tulisan laporan saja. (Kompas, 13 Juli 2012/ humasristek)



Senin 20 Mei 2013
Linus Nara Pradhana, Penemu Kecil dengan Gagasan Besar
Jumat 17 Mei 2013
Boneka Edukasi Dengan Aroma Terapi
Kamis 16 Mei 2013
Sepatu Anti-kekerasan Seksual Buatan Putra Kopral Kepala
Rabu 15 Mei 2013
Mahasiswa FT Unnes Rancang Rusun Ramah Lingkungan
Selasa 14 Mei 2013
Kripik Kemangi Karya Mahasiswa D3 UNY Kampus Wates
Senin 13 Mei 2013
Takoyaki Jantung Pisang Mahasiswa FPUB
Jumat 10 Mei 2013
Fusarium Oxysporum, Pengurai Minyak Tahan Salinitas
Rabu 08 Mei 2013
Nasi Jagung Instan Kemasan
Selasa 07 Mei 2013
Pesawat Pengamat Persembahan Lapan
Senin 06 Mei 2013
Teh Kulit Salak Penurun Diabetes Karya Mahasiswa FPUB
[ Berita lainnya ]