Ristek Headline |
Sabtu 18 Mei 2013
 
 
Iptek Voice
Senin 13 Mei 2013
Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
http://ristek.go.id/file/voice/2013/05/potensi-energi-laut-dan-regulasinya-di-indonesia.mp3
kategori : Energi
Prof. Ir. Mukhtasor dan Dr. Ir. Anny Sulaswatty, M.Eng
Galeri Foto

Rabu 15 Mei 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 18 Juli 2012
Iptek Voice : Plastik Hijau dari Tapioka Nuklir
Print PDF Facebook Twitter Email

Penggunaan produk plastik sudah menjadi kebutuhan dalam kehidupan sehari-hari. Pengelolaan limbah plastik sulit dan mahal harganya, sehingga kini menjadi permasalahan lingkungan yang serius. Permasalahan plastik yang sulit terurai menjadi latar belakang penelitian mengenai plastik hijau yang ramah lingkungan dari limbah tapioka.

Ide inovasi plastic ramah lingkungan dari komposit limbah tapioca adalah merekayasa sifat plastic menggunakan teknologi radiasi dari bahan aditif alami agar dapat terurai secara alami. Komposisi produk biji plastik terdiri dari limbah tapioka, polimer hidropobik dan bahan alami lainnya.

Proses pembuatan plastik dari tapioka dibuat dari singkong yang diparut dan diperas. Sisa perasannya berupa onggok itulah limbah tapioka yang dimanfaatkan. Dari limbah tersebut dimanfaatkan untuk bahan plastik. Dari tapioka langsung juga bisa digunakan tetapi harganya akan lebih mahal, dengan menggunakan limbah disamping bisa mengurangi pencemaran lingkungan juga punya nilai jual dan lebih murah biaya produksinya.

Kemudian, dengan teknologi radiasi, onggok tersebut direkayasa. Diberikan paparan sinar gama yang tidak menggunakan katalis kimia dengan intensitas sangat sederhana. Prosesnya sendiri dengan radiasi rendah, sekitar dua jam, kapasitasnya bisa sampai maksimum 1,5 ton. Kemudian dikeringkan, ditambahkan bahan yang mempunyai nilai leleh tinggi supaya bisa dicetak. Proses pengeringan cukup lama karena kadar air cukup tinggi. Suhu yang digunakan akan mempengaruhi struktur bahan yang dihasilkan. Proses ini bisa tiga sampai empat hari. Untuk cetaknya sendiri 1000 produk dalam sehari bisa dihasilkan menggunakan mesin cetak injeksi dan hidrolik.

Produk jadi yang sudah dapat dihasilkan dari plastik ramah lingkungan ini antara lain pot tanaman, piring, cangkir, mug, tatakan gelas, mainan anak-anak, dan lain-lain.

Dengan menggunakan bahan dari tapioca nuklir, bahan plastic dapat terurai sempurna alias hilang.

“Untuk pot dari hasil penelitian kita sebuan sudah bisa terurai. Itu tebalnya sekitar 1 mili. Tapi untuk piring sekitar 4 bulan sepuluh hari tinggal 38% sisa plastiknya. Beberapa industri sudah tertarik bahkan ada yang sudah menandatangani MoU untuk memanfaatkan plastik ramah lingkungan ini,” kata Sudrajat Iskandar, peneliti PATIR BATAN, pada siaran Iptek Voice, 18 Juli 2012. Sudrajat mengharapkan penelitian ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan industri dan masyarakat, nilai ekonomi dan lingkungan dapa terpenuhi.

Sahabat Iptek...simak terus informasi Iptek yang menarik dan berguna lainnya dari narasumber pakar dibidangnya pada siaran radio IPTEK VOICE setiap Senin sampai Jumat pukul 08.30-09.00 WIB di PRO 4, 92.8 FM .IPTEK VOICE "The Sound of Science". (bhh/aps/humasristek)



Jumat 17 Mei 2013
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Pejabat Kemenristek
Jumat 17 Mei 2013
Kebangkitan Peneliti Muda Indonesia dalam Pelatihan Penulisan Publikasi dan Proposal Hibah Ilmiah Internasional
Rabu 15 Mei 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah
Selasa 14 Mei 2013
Kemenristek Berikan Bantuan Alat Peraga
Selasa 14 Mei 2013
Iptek Voice : Kebijakan Iptek Dalam Mendukung Ketahanan Energi
Selasa 14 Mei 2013
Pengembangan Data dan Informasi Iptek Daerah Melalui Pemanfaatan Open GIS
Senin 13 Mei 2013
Situs Web dan Media Sosial Mendukung Penyebaran Informasi
Senin 13 Mei 2013
Iptek Voice : Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
Senin 13 Mei 2013
Perizinan Penelitian Asing: Apa kabar Proyek-Proyek Konsorsium?
Jumat 10 Mei 2013
Kemenristek Dukung Susun Roadmap Regulasi Energi Laut
[ Berita lainnya ]