Ristek Headline |
Rabu 30 Juli 2014
 
 

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Rabu 16 Juli 2014
Buka Puasa Bersama Keluarga Besar Asdep Jaringan Penyedia Dengan Pengguna dan Menristek

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Rabu 18 Juli 2012
2030, Astronot Bisa Memasak di Luar Angkasa
Print PDF Facebook Twitter Email

Tim ilmuwan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) memiliki misi untuk membuat menu makanan dalam rencana perjalanan ke Mars di 2030. Diharapkan pemilihan menu yang tepat akan membuat astronot tetap bugar dan astronot memiliki kesempatan untuk memasak di luar angkasa.

Dilansir Vancouversun, Rabu (18/7/2012), astronot yang melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa memiliki berbagai macam makanan yang tersedia bagi mereka. Menu makanan tersebut berjumlah sekira 100. Namun, kesemua makanan itu telah disiapkan dan dibekukan dengan daya tahan hingga minimal dua tahun.

Selain itu, menu juga harus cukup bagi tim astronot yang berjumlah enam hingga delapan. Namun, ini bukanlah sesuatu yang sederhana, mengingat dibutuhkan enam bulan untuk sampai ke planet merah tersebut. Astronot akan tinggal di Mars selama 18 bulan, dan kemudian memerlukan waktu enam bulan lagi untuk bisa mendarat ke Bumi.

Salah satu pilihan yang direncanakan oleh ilmuwan Maya Cooper dan timnya di Johnson Space Center, Houston, mempertimbangkan bagi astronot untuk memiliki ruang perawatan, "Martian Greenhouse."

Mereka akan memiliki berbagai buah-buahan dan sayuran dari wortel serta paprika, dalam larutan hidroponik. Sehingga, mereka akan menanam tumbuhan itu dalam air mineral khusus, bukan tanah.

Para astronot akan merawat kebun mereka dan menggunakan bahan-bahan makanan itu, yang dikombinasikan dengan tumbuhan lain seperti kacang-kacangan dan rempah-rempah yang diangkut dari Bumi untuk menyiapkan makanan mereka.

"Menu itu menguntungkan, karena memungkinkan para astronot untuk benar-benar memiliki tanaman hidup yang tumbuh. Sehingga bisa memberi nutrisi yang optimal dengan buah-buahan dan sayuran segar. Itu benar-benar memungkinan bagi mereka untuk secara bebas memiliki kapan mereka akan memasak menu," ujar Maya Cooper.

Ia mengatakan, prioritas utama adalah memastikan bahwa para astronot mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat. Tidak hanya itu, tercukupinya kalori dan mineral agar mendukung kesehatan fisik serta kinerja mereka selama menjalankan misi luar angkasa tersebut. (fmh) Ahmad Luthfi  (Okezone.com, 18 Juli 2012, humasristek)



Jumat 04 Juli 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Kamis 03 Juli 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Rabu 02 Juli 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Selasa 01 Juli 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Senin 30 Juni 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
Jumat 27 Juni 2014
SIPAGI Sikat Gigi Praktis Untuk Perjalanan
Kamis 26 Juni 2014
Remaja 15 Tahun Buat Aplikasi Stetoskop Digital
Rabu 25 Juni 2014
Dentalion Permudah Pemeriksaan Gigi
Jumat 20 Juni 2014
Studi Doktor di Jepang, Alumni Unnes Ciptakan Aplikasi HalalMinds
Kamis 19 Juni 2014
Ternyata, Ampas Kopi Bisa Jadi Biodiesel
[ Berita lainnya ]