Ristek Headline |
Rabu 03 September 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Rabu 18 Juli 2012
2030, Astronot Bisa Memasak di Luar Angkasa
Print PDF Facebook Twitter Email

Tim ilmuwan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) memiliki misi untuk membuat menu makanan dalam rencana perjalanan ke Mars di 2030. Diharapkan pemilihan menu yang tepat akan membuat astronot tetap bugar dan astronot memiliki kesempatan untuk memasak di luar angkasa.

Dilansir Vancouversun, Rabu (18/7/2012), astronot yang melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa memiliki berbagai macam makanan yang tersedia bagi mereka. Menu makanan tersebut berjumlah sekira 100. Namun, kesemua makanan itu telah disiapkan dan dibekukan dengan daya tahan hingga minimal dua tahun.

Selain itu, menu juga harus cukup bagi tim astronot yang berjumlah enam hingga delapan. Namun, ini bukanlah sesuatu yang sederhana, mengingat dibutuhkan enam bulan untuk sampai ke planet merah tersebut. Astronot akan tinggal di Mars selama 18 bulan, dan kemudian memerlukan waktu enam bulan lagi untuk bisa mendarat ke Bumi.

Salah satu pilihan yang direncanakan oleh ilmuwan Maya Cooper dan timnya di Johnson Space Center, Houston, mempertimbangkan bagi astronot untuk memiliki ruang perawatan, "Martian Greenhouse."

Mereka akan memiliki berbagai buah-buahan dan sayuran dari wortel serta paprika, dalam larutan hidroponik. Sehingga, mereka akan menanam tumbuhan itu dalam air mineral khusus, bukan tanah.

Para astronot akan merawat kebun mereka dan menggunakan bahan-bahan makanan itu, yang dikombinasikan dengan tumbuhan lain seperti kacang-kacangan dan rempah-rempah yang diangkut dari Bumi untuk menyiapkan makanan mereka.

"Menu itu menguntungkan, karena memungkinkan para astronot untuk benar-benar memiliki tanaman hidup yang tumbuh. Sehingga bisa memberi nutrisi yang optimal dengan buah-buahan dan sayuran segar. Itu benar-benar memungkinan bagi mereka untuk secara bebas memiliki kapan mereka akan memasak menu," ujar Maya Cooper.

Ia mengatakan, prioritas utama adalah memastikan bahwa para astronot mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat. Tidak hanya itu, tercukupinya kalori dan mineral agar mendukung kesehatan fisik serta kinerja mereka selama menjalankan misi luar angkasa tersebut. (fmh) Ahmad Luthfi  (Okezone.com, 18 Juli 2012, humasristek)



Rabu 27 Agustus 2014
Mahasiswa ITS ciptakan "Smart Solar Panel"
Senin 25 Agustus 2014
Helm Anti-Kantuk Mahasiswa Ubaya Raih Emas International Invention, Innovation, and Design di Malaysia
Jumat 22 Agustus 2014
Rangka Sepeda Buatan Dosen ITS Raih Piagam Paten
Rabu 20 Agustus 2014
Ukur Tinggi dan Berat Badan Lebih Praktis Dengan Nutrisomatic
Jumat 15 Agustus 2014
Mahasiswa UGM Kembangkan Teknik Pembibitan Tebu Berkualitas
Jumat 04 Juli 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Kamis 03 Juli 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Rabu 02 Juli 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Selasa 01 Juli 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Senin 30 Juni 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
[ Berita lainnya ]