Ristek Headline |
Sabtu 25 Mei 2013
 
 
Iptek Voice
Kamis 16 Mei 2013
Kebijakan Iptek Dalam Mendukung Ketahanan Energi Nasional
http://ristek.go.id/file/voice/2013/05/kebijakan-iptek-dalam-mendukung-ketahanan-energi-nasional.mp3
kategori : Energi
Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS dan Dr. Idwan Suhardi
Galeri Foto

Jumat 24 Mei 2013
Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Direktur PP IPTEK

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


INFO IPTEK
Rabu 18 Juli 2012
2030, Astronot Bisa Memasak di Luar Angkasa
Print PDF Facebook Twitter Email

Tim ilmuwan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) memiliki misi untuk membuat menu makanan dalam rencana perjalanan ke Mars di 2030. Diharapkan pemilihan menu yang tepat akan membuat astronot tetap bugar dan astronot memiliki kesempatan untuk memasak di luar angkasa.

Dilansir Vancouversun, Rabu (18/7/2012), astronot yang melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa memiliki berbagai macam makanan yang tersedia bagi mereka. Menu makanan tersebut berjumlah sekira 100. Namun, kesemua makanan itu telah disiapkan dan dibekukan dengan daya tahan hingga minimal dua tahun.

Selain itu, menu juga harus cukup bagi tim astronot yang berjumlah enam hingga delapan. Namun, ini bukanlah sesuatu yang sederhana, mengingat dibutuhkan enam bulan untuk sampai ke planet merah tersebut. Astronot akan tinggal di Mars selama 18 bulan, dan kemudian memerlukan waktu enam bulan lagi untuk bisa mendarat ke Bumi.

Salah satu pilihan yang direncanakan oleh ilmuwan Maya Cooper dan timnya di Johnson Space Center, Houston, mempertimbangkan bagi astronot untuk memiliki ruang perawatan, "Martian Greenhouse."

Mereka akan memiliki berbagai buah-buahan dan sayuran dari wortel serta paprika, dalam larutan hidroponik. Sehingga, mereka akan menanam tumbuhan itu dalam air mineral khusus, bukan tanah.

Para astronot akan merawat kebun mereka dan menggunakan bahan-bahan makanan itu, yang dikombinasikan dengan tumbuhan lain seperti kacang-kacangan dan rempah-rempah yang diangkut dari Bumi untuk menyiapkan makanan mereka.

"Menu itu menguntungkan, karena memungkinkan para astronot untuk benar-benar memiliki tanaman hidup yang tumbuh. Sehingga bisa memberi nutrisi yang optimal dengan buah-buahan dan sayuran segar. Itu benar-benar memungkinan bagi mereka untuk secara bebas memiliki kapan mereka akan memasak menu," ujar Maya Cooper.

Ia mengatakan, prioritas utama adalah memastikan bahwa para astronot mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat. Tidak hanya itu, tercukupinya kalori dan mineral agar mendukung kesehatan fisik serta kinerja mereka selama menjalankan misi luar angkasa tersebut. (fmh) Ahmad Luthfi  (Okezone.com, 18 Juli 2012, humasristek)



Jumat 24 Mei 2013
GPS Membantu Peringatan Dini Tsunami
Kamis 23 Mei 2013
Batang Sawit Bernilai Tinggi
Rabu 22 Mei 2013
Dengan Rp50 Ribu, Hemat BBM dari Air & Soda Kue
Selasa 21 Mei 2013
Mahasiswa UMY Kembangkan Alat Pendeteksi Pembuluh Darah Balita
Senin 20 Mei 2013
Linus Nara Pradhana, Penemu Kecil dengan Gagasan Besar
Jumat 17 Mei 2013
Boneka Edukasi Dengan Aroma Terapi
Kamis 16 Mei 2013
Sepatu Anti-kekerasan Seksual Buatan Putra Kopral Kepala
Rabu 15 Mei 2013
Mahasiswa FT Unnes Rancang Rusun Ramah Lingkungan
Selasa 14 Mei 2013
Kripik Kemangi Karya Mahasiswa D3 UNY Kampus Wates
Senin 13 Mei 2013
Takoyaki Jantung Pisang Mahasiswa FPUB
[ Berita lainnya ]