Ristek Headline |
Jumat 29 Mei 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1

surat
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 26 Mei 2015
Konferensi Pers tentang Ijazah Palsu

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Rabu 18 Juli 2012
2030, Astronot Bisa Memasak di Luar Angkasa
Print PDF Facebook Twitter Email

Tim ilmuwan dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) memiliki misi untuk membuat menu makanan dalam rencana perjalanan ke Mars di 2030. Diharapkan pemilihan menu yang tepat akan membuat astronot tetap bugar dan astronot memiliki kesempatan untuk memasak di luar angkasa.

Dilansir Vancouversun, Rabu (18/7/2012), astronot yang melakukan perjalanan ke stasiun luar angkasa memiliki berbagai macam makanan yang tersedia bagi mereka. Menu makanan tersebut berjumlah sekira 100. Namun, kesemua makanan itu telah disiapkan dan dibekukan dengan daya tahan hingga minimal dua tahun.

Selain itu, menu juga harus cukup bagi tim astronot yang berjumlah enam hingga delapan. Namun, ini bukanlah sesuatu yang sederhana, mengingat dibutuhkan enam bulan untuk sampai ke planet merah tersebut. Astronot akan tinggal di Mars selama 18 bulan, dan kemudian memerlukan waktu enam bulan lagi untuk bisa mendarat ke Bumi.

Salah satu pilihan yang direncanakan oleh ilmuwan Maya Cooper dan timnya di Johnson Space Center, Houston, mempertimbangkan bagi astronot untuk memiliki ruang perawatan, "Martian Greenhouse."

Mereka akan memiliki berbagai buah-buahan dan sayuran dari wortel serta paprika, dalam larutan hidroponik. Sehingga, mereka akan menanam tumbuhan itu dalam air mineral khusus, bukan tanah.

Para astronot akan merawat kebun mereka dan menggunakan bahan-bahan makanan itu, yang dikombinasikan dengan tumbuhan lain seperti kacang-kacangan dan rempah-rempah yang diangkut dari Bumi untuk menyiapkan makanan mereka.

"Menu itu menguntungkan, karena memungkinkan para astronot untuk benar-benar memiliki tanaman hidup yang tumbuh. Sehingga bisa memberi nutrisi yang optimal dengan buah-buahan dan sayuran segar. Itu benar-benar memungkinan bagi mereka untuk secara bebas memiliki kapan mereka akan memasak menu," ujar Maya Cooper.

Ia mengatakan, prioritas utama adalah memastikan bahwa para astronot mendapatkan jumlah nutrisi yang tepat. Tidak hanya itu, tercukupinya kalori dan mineral agar mendukung kesehatan fisik serta kinerja mereka selama menjalankan misi luar angkasa tersebut. (fmh) Ahmad Luthfi  (Okezone.com, 18 Juli 2012, humasristek)



Senin 04 Mei 2015
Juarai Lomba Discovery dengan SIM Barang Hilang
Jumat 01 Mei 2015
Aris Muda Lubis Raih Perak di Lomba Pemecahan Masalah Analisis dan Geometri FMIPA ITB
Senin 20 April 2015
Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Kompetisi UNESCO 2015
Rabu 11 Maret 2015
Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak Juara Event Mobil Hemat Energi
Selasa 17 Februari 2015
Inovasi IPB: Cincau Jelly Drink Sehat
Jumat 13 Februari 2015
Juara OSN Pertamina Ciptakan Inovasi Penyimpanan Hidrogen
Kamis 01 Januari 2015
Brain Computing: Penggunaan Gelombang Otak dalam Teknologi Kesehatan
Rabu 10 Desember 2014
Drone Buatan Mahasiswa UGM
Jumat 14 November 2014
Arjuna, Mobil Listrik UGM Juara Kompetisi
Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
[ Berita lainnya ]