Ristek Headline |
Sabtu 27 Desember 2014
 
 

mptn
mptn
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 Desember 2014
Pelantikan 3 Rektor dan 2 Kopertis

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Jumat 27 Juli 2012
Sepeda Listrik Disulap Jadi Alat Ajar
Print PDF Facebook Twitter Email

Mahasiswa IKIP PGRI Semarang merancang sepeda roda tiga bertenaga listrik. Meski masih banyak kekurangan, sepeda ini diklaim mampu berjalan dengan kecepatan 40 km/jam dengan memanfaatkan dua unit aki dengan daya 12 volt.

Sepeda listrik yang dipamerkan pada Ekspo Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) itu mampu melaju empat jam nonstop. Sepeda tersebut dirancang oleh Muhammad L, Anis dan Putra, mahasiswa semester VI FPMIPA sebagai bahan alat ajar. "Untuk membuatnya dibutuhkan dana Rp2,4 juta. Kendala yang kami temui pada perakitan sepeda ini adalah sulitnya mencari gear kecil untuk menghasilkan tenaga yang besar pada sepeda," kata Muhammad.

Sistem kerja sepeda tersebut adalah tenaga listrik yang di dua unit aki dihubungkan dengan motor penggerak dan gear yang terhubung melalui rantai pada sepeda itu. "Selanjutnya, kami tinggal menaiki saja dan mengemudikan ke kanan dan ke kiri. Intinya, sepeda ini adalah alat ajar yang menunjukkan bagaimana mengubah energi listrik menjadi energi mekanis," papar Muhammad.

Kelemahan yang masih menonjol saat perakitan sepeda listrik roda tiga tersebut adalah belum tersedianya tuas pengatur kecepatan yang diinginkan. Tanpa adanya tuas, laju sepeda hanya berjalan secara konstan. "Secara umum, sebagai alat praktikum, sepeda ini sudah bekerja baik," katanya lagi.

Selain sepeda listrik, sejumlah alat bahan ajar yang dipraktikkan kemarin juga tak kalah kreatif. Di antaranya diciptakan alat pengatur traffic light. Melalui program komputer yang terpusat, lama nyala lampu traffic light dapat diatur secara terpusat.

"Untuk membuat alat ini membutuhkan dana Rp2,6 juta. Bagian paling mahal adalah IC-nya. Untuk uji cobanya secara langsung memang belum kami lakukan," ungkap Solihin, salah satu mahasiswa FPMIPA perakit alat tersebut. Wakil Rektor IV IKIP PGRI Semarang Harto Nuroso bangga dengan alat-alat bahan ajar yang diciptakan oleh para mahasiswa tersebut. (kampus.okezone.com/ humasristek)



Rabu 10 Desember 2014
Drone Buatan Mahasiswa UGM
Jumat 14 November 2014
Arjuna, Mobil Listrik UGM Juara Kompetisi
Kamis 23 Oktober 2014
Rupa-Rupa Modifikasi Pangan Kreasi Mahasiswa
Kamis 16 Oktober 2014
Indonesia Kuasai Teknologi Baterai Lithium
Kamis 16 Oktober 2014
SMPN Surabaya Sabet Dua Juara Robotika Nasional
Kamis 16 Oktober 2014
Prestasi Nasional Mahasiswa FTUI
Kamis 16 Oktober 2014
Mahasiswi Darmajaya Ciptakan Software Pendeteksi Flu Burung
Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
[ Berita lainnya ]