Ristek Headline |
Senin 20 Mei 2013
 
 
Iptek Voice
Senin 13 Mei 2013
Potensi Energi Laut dan Regulasinya di Indonesia
http://ristek.go.id/file/voice/2013/05/potensi-energi-laut-dan-regulasinya-di-indonesia.mp3
kategori : Energi
Prof. Ir. Mukhtasor dan Dr. Ir. Anny Sulaswatty, M.Eng
Galeri Foto

Rabu 15 Mei 2013
Rumah Pintar Akan di Kembangkan di Daerah

FacebookTwitter

Intranet
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum
Majalah

RUP TA 2012


INFO IPTEK
Jumat 27 Juli 2012
Sepeda Listrik Disulap Jadi Alat Ajar
Print PDF Facebook Twitter Email

Mahasiswa IKIP PGRI Semarang merancang sepeda roda tiga bertenaga listrik. Meski masih banyak kekurangan, sepeda ini diklaim mampu berjalan dengan kecepatan 40 km/jam dengan memanfaatkan dua unit aki dengan daya 12 volt.

Sepeda listrik yang dipamerkan pada Ekspo Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) itu mampu melaju empat jam nonstop. Sepeda tersebut dirancang oleh Muhammad L, Anis dan Putra, mahasiswa semester VI FPMIPA sebagai bahan alat ajar. "Untuk membuatnya dibutuhkan dana Rp2,4 juta. Kendala yang kami temui pada perakitan sepeda ini adalah sulitnya mencari gear kecil untuk menghasilkan tenaga yang besar pada sepeda," kata Muhammad.

Sistem kerja sepeda tersebut adalah tenaga listrik yang di dua unit aki dihubungkan dengan motor penggerak dan gear yang terhubung melalui rantai pada sepeda itu. "Selanjutnya, kami tinggal menaiki saja dan mengemudikan ke kanan dan ke kiri. Intinya, sepeda ini adalah alat ajar yang menunjukkan bagaimana mengubah energi listrik menjadi energi mekanis," papar Muhammad.

Kelemahan yang masih menonjol saat perakitan sepeda listrik roda tiga tersebut adalah belum tersedianya tuas pengatur kecepatan yang diinginkan. Tanpa adanya tuas, laju sepeda hanya berjalan secara konstan. "Secara umum, sebagai alat praktikum, sepeda ini sudah bekerja baik," katanya lagi.

Selain sepeda listrik, sejumlah alat bahan ajar yang dipraktikkan kemarin juga tak kalah kreatif. Di antaranya diciptakan alat pengatur traffic light. Melalui program komputer yang terpusat, lama nyala lampu traffic light dapat diatur secara terpusat.

"Untuk membuat alat ini membutuhkan dana Rp2,6 juta. Bagian paling mahal adalah IC-nya. Untuk uji cobanya secara langsung memang belum kami lakukan," ungkap Solihin, salah satu mahasiswa FPMIPA perakit alat tersebut. Wakil Rektor IV IKIP PGRI Semarang Harto Nuroso bangga dengan alat-alat bahan ajar yang diciptakan oleh para mahasiswa tersebut. (kampus.okezone.com/ humasristek)



Senin 20 Mei 2013
Linus Nara Pradhana, Penemu Kecil dengan Gagasan Besar
Jumat 17 Mei 2013
Boneka Edukasi Dengan Aroma Terapi
Kamis 16 Mei 2013
Sepatu Anti-kekerasan Seksual Buatan Putra Kopral Kepala
Rabu 15 Mei 2013
Mahasiswa FT Unnes Rancang Rusun Ramah Lingkungan
Selasa 14 Mei 2013
Kripik Kemangi Karya Mahasiswa D3 UNY Kampus Wates
Senin 13 Mei 2013
Takoyaki Jantung Pisang Mahasiswa FPUB
Jumat 10 Mei 2013
Fusarium Oxysporum, Pengurai Minyak Tahan Salinitas
Rabu 08 Mei 2013
Nasi Jagung Instan Kemasan
Selasa 07 Mei 2013
Pesawat Pengamat Persembahan Lapan
Senin 06 Mei 2013
Teh Kulit Salak Penurun Diabetes Karya Mahasiswa FPUB
[ Berita lainnya ]