Ristek Headline |
Selasa 02 September 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Jumat 27 Juli 2012
Sepeda Listrik Disulap Jadi Alat Ajar
Print PDF Facebook Twitter Email

Mahasiswa IKIP PGRI Semarang merancang sepeda roda tiga bertenaga listrik. Meski masih banyak kekurangan, sepeda ini diklaim mampu berjalan dengan kecepatan 40 km/jam dengan memanfaatkan dua unit aki dengan daya 12 volt.

Sepeda listrik yang dipamerkan pada Ekspo Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) itu mampu melaju empat jam nonstop. Sepeda tersebut dirancang oleh Muhammad L, Anis dan Putra, mahasiswa semester VI FPMIPA sebagai bahan alat ajar. "Untuk membuatnya dibutuhkan dana Rp2,4 juta. Kendala yang kami temui pada perakitan sepeda ini adalah sulitnya mencari gear kecil untuk menghasilkan tenaga yang besar pada sepeda," kata Muhammad.

Sistem kerja sepeda tersebut adalah tenaga listrik yang di dua unit aki dihubungkan dengan motor penggerak dan gear yang terhubung melalui rantai pada sepeda itu. "Selanjutnya, kami tinggal menaiki saja dan mengemudikan ke kanan dan ke kiri. Intinya, sepeda ini adalah alat ajar yang menunjukkan bagaimana mengubah energi listrik menjadi energi mekanis," papar Muhammad.

Kelemahan yang masih menonjol saat perakitan sepeda listrik roda tiga tersebut adalah belum tersedianya tuas pengatur kecepatan yang diinginkan. Tanpa adanya tuas, laju sepeda hanya berjalan secara konstan. "Secara umum, sebagai alat praktikum, sepeda ini sudah bekerja baik," katanya lagi.

Selain sepeda listrik, sejumlah alat bahan ajar yang dipraktikkan kemarin juga tak kalah kreatif. Di antaranya diciptakan alat pengatur traffic light. Melalui program komputer yang terpusat, lama nyala lampu traffic light dapat diatur secara terpusat.

"Untuk membuat alat ini membutuhkan dana Rp2,6 juta. Bagian paling mahal adalah IC-nya. Untuk uji cobanya secara langsung memang belum kami lakukan," ungkap Solihin, salah satu mahasiswa FPMIPA perakit alat tersebut. Wakil Rektor IV IKIP PGRI Semarang Harto Nuroso bangga dengan alat-alat bahan ajar yang diciptakan oleh para mahasiswa tersebut. (kampus.okezone.com/ humasristek)



Rabu 27 Agustus 2014
Mahasiswa ITS ciptakan "Smart Solar Panel"
Jumat 22 Agustus 2014
Rangka Sepeda Buatan Dosen ITS Raih Piagam Paten
Rabu 20 Agustus 2014
Ukur Tinggi dan Berat Badan Lebih Praktis Dengan Nutrisomatic
Jumat 15 Agustus 2014
Mahasiswa UGM Kembangkan Teknik Pembibitan Tebu Berkualitas
Jumat 04 Juli 2014
Waterman: Alat Semprot Pestisida Semi Otomatis
Kamis 03 Juli 2014
Tim Aplikasi Quick Disaster UGM Raih Global Winner di London
Rabu 02 Juli 2014
Mahasiswa FT-UB Ciptakan Prototipe Mobil Berbahan Bakar Batu Kapur
Selasa 01 Juli 2014
Ciptakan Aplikasi untuk Smart Watch, Mahasiswa UI Raih Prestasi di Ajang Hackathon
Senin 30 Juni 2014
Dosen FK UI Rancang Alat Deteksi Stroke Termurah
Jumat 27 Juni 2014
SIPAGI Sikat Gigi Praktis Untuk Perjalanan
[ Berita lainnya ]