Ristek Headline |
Jumat 03 Juli 2015
 
 

hakteknas

open bidding es1
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Selasa 30 Juni 2015
Pelantikan Dirjen Kemenristekdikti

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum

surat

Ristek TV

RUP
INFO IPTEK
Jumat 27 Juli 2012
Sepeda Listrik Disulap Jadi Alat Ajar
Print PDF Facebook Twitter Email

Mahasiswa IKIP PGRI Semarang merancang sepeda roda tiga bertenaga listrik. Meski masih banyak kekurangan, sepeda ini diklaim mampu berjalan dengan kecepatan 40 km/jam dengan memanfaatkan dua unit aki dengan daya 12 volt.

Sepeda listrik yang dipamerkan pada Ekspo Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) itu mampu melaju empat jam nonstop. Sepeda tersebut dirancang oleh Muhammad L, Anis dan Putra, mahasiswa semester VI FPMIPA sebagai bahan alat ajar. "Untuk membuatnya dibutuhkan dana Rp2,4 juta. Kendala yang kami temui pada perakitan sepeda ini adalah sulitnya mencari gear kecil untuk menghasilkan tenaga yang besar pada sepeda," kata Muhammad.

Sistem kerja sepeda tersebut adalah tenaga listrik yang di dua unit aki dihubungkan dengan motor penggerak dan gear yang terhubung melalui rantai pada sepeda itu. "Selanjutnya, kami tinggal menaiki saja dan mengemudikan ke kanan dan ke kiri. Intinya, sepeda ini adalah alat ajar yang menunjukkan bagaimana mengubah energi listrik menjadi energi mekanis," papar Muhammad.

Kelemahan yang masih menonjol saat perakitan sepeda listrik roda tiga tersebut adalah belum tersedianya tuas pengatur kecepatan yang diinginkan. Tanpa adanya tuas, laju sepeda hanya berjalan secara konstan. "Secara umum, sebagai alat praktikum, sepeda ini sudah bekerja baik," katanya lagi.

Selain sepeda listrik, sejumlah alat bahan ajar yang dipraktikkan kemarin juga tak kalah kreatif. Di antaranya diciptakan alat pengatur traffic light. Melalui program komputer yang terpusat, lama nyala lampu traffic light dapat diatur secara terpusat.

"Untuk membuat alat ini membutuhkan dana Rp2,6 juta. Bagian paling mahal adalah IC-nya. Untuk uji cobanya secara langsung memang belum kami lakukan," ungkap Solihin, salah satu mahasiswa FPMIPA perakit alat tersebut. Wakil Rektor IV IKIP PGRI Semarang Harto Nuroso bangga dengan alat-alat bahan ajar yang diciptakan oleh para mahasiswa tersebut. (kampus.okezone.com/ humasristek)



Kamis 18 Juni 2015
Isi Daya Baterai Gratis, Why Not?
Kamis 18 Juni 2015
Heat Exchanger, Kurangi Biaya Listrik Kapal
Rabu 17 Juni 2015
Cangkang Telur Jadi Pupuk Kaya Kalsium
Rabu 17 Juni 2015
Turbin Helical, Efisienkan PLTA Indonesia
Selasa 09 Juni 2015
UI Raih 18 Penghargaan di ON MIPA-PT 2015
Senin 08 Juni 2015
Batavia Team Universitas Negeri Jakarta yang telah mendapat peringkat ke-3 dalam Shell Eco Marathon Asia 2015
Senin 04 Mei 2015
Juarai Lomba Discovery dengan SIM Barang Hilang
Jumat 01 Mei 2015
Aris Muda Lubis Raih Perak di Lomba Pemecahan Masalah Analisis dan Geometri FMIPA ITB
Senin 20 April 2015
Mahasiswa UGM Raih Penghargaan Internasional Kompetisi UNESCO 2015
Rabu 11 Maret 2015
Mahasiswa Politeknik Negeri Pontianak Juara Event Mobil Hemat Energi
[ Berita lainnya ]