Ristek Headline |
Kamis 02 Oktober 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI
CPNS 2014
RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Kamis 18 September 2014
Riset dan Teknologi untuk Menghadapi Perubahan Iklim di Indonesia

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


INFO IPTEK
Jumat 27 Juli 2012
Sepeda Listrik Disulap Jadi Alat Ajar
Print PDF Facebook Twitter Email

Mahasiswa IKIP PGRI Semarang merancang sepeda roda tiga bertenaga listrik. Meski masih banyak kekurangan, sepeda ini diklaim mampu berjalan dengan kecepatan 40 km/jam dengan memanfaatkan dua unit aki dengan daya 12 volt.

Sepeda listrik yang dipamerkan pada Ekspo Fisika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) itu mampu melaju empat jam nonstop. Sepeda tersebut dirancang oleh Muhammad L, Anis dan Putra, mahasiswa semester VI FPMIPA sebagai bahan alat ajar. "Untuk membuatnya dibutuhkan dana Rp2,4 juta. Kendala yang kami temui pada perakitan sepeda ini adalah sulitnya mencari gear kecil untuk menghasilkan tenaga yang besar pada sepeda," kata Muhammad.

Sistem kerja sepeda tersebut adalah tenaga listrik yang di dua unit aki dihubungkan dengan motor penggerak dan gear yang terhubung melalui rantai pada sepeda itu. "Selanjutnya, kami tinggal menaiki saja dan mengemudikan ke kanan dan ke kiri. Intinya, sepeda ini adalah alat ajar yang menunjukkan bagaimana mengubah energi listrik menjadi energi mekanis," papar Muhammad.

Kelemahan yang masih menonjol saat perakitan sepeda listrik roda tiga tersebut adalah belum tersedianya tuas pengatur kecepatan yang diinginkan. Tanpa adanya tuas, laju sepeda hanya berjalan secara konstan. "Secara umum, sebagai alat praktikum, sepeda ini sudah bekerja baik," katanya lagi.

Selain sepeda listrik, sejumlah alat bahan ajar yang dipraktikkan kemarin juga tak kalah kreatif. Di antaranya diciptakan alat pengatur traffic light. Melalui program komputer yang terpusat, lama nyala lampu traffic light dapat diatur secara terpusat.

"Untuk membuat alat ini membutuhkan dana Rp2,6 juta. Bagian paling mahal adalah IC-nya. Untuk uji cobanya secara langsung memang belum kami lakukan," ungkap Solihin, salah satu mahasiswa FPMIPA perakit alat tersebut. Wakil Rektor IV IKIP PGRI Semarang Harto Nuroso bangga dengan alat-alat bahan ajar yang diciptakan oleh para mahasiswa tersebut. (kampus.okezone.com/ humasristek)



Senin 29 September 2014
2 Pelajar Banjarnegara Ubah Biji Salak Jadi Energi
Jumat 19 September 2014
Siswa SMK Gresik Ubah Air Urin Menjadi Air Bersih
Jumat 19 September 2014
Software dari ITS Bantu Negara Hemat Rp52 M
Rabu 17 September 2014
Ilmuwan Buat Baterai Nuklir Berbahan Dasar Air
Kamis 04 September 2014
Dukung Konversi BBM ke BBG, UGM Kembangkan Tabung BBG Cartridge Bertekanan Rendah
Rabu 27 Agustus 2014
Mahasiswa ITS ciptakan "Smart Solar Panel"
Senin 25 Agustus 2014
Helm Anti-Kantuk Mahasiswa Ubaya Raih Emas International Invention, Innovation, and Design di Malaysia
Jumat 22 Agustus 2014
Rangka Sepeda Buatan Dosen ITS Raih Piagam Paten
Rabu 20 Agustus 2014
Ukur Tinggi dan Berat Badan Lebih Praktis Dengan Nutrisomatic
Jumat 15 Agustus 2014
Mahasiswa UGM Kembangkan Teknik Pembibitan Tebu Berkualitas
[ Berita lainnya ]