Ristek Headline |
Kamis 17 April 2014
 
 
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 11 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum



RUP TA 2012
BERITA KEGIATAN RISTEK
Kamis 02 Agustus 2012
Riset Iptek Hilir Kelapa Sawit Dalam Upaya Koordinasi Kebijakan Produktivitas Riptek Industri
Print PDF Facebook Twitter Email

Dalam rangka kegiatan kajian kebijakan untuk riset iptek hilir kelapa sawit, Keasdepan Produktivitas Riptek Industri pada 21 Mei 2012 melakukan Focused Group Discussion (FGD) bersama Kementerian Perindustrian, BPPT, LIPI, SEAFAST - IPB, Global Research and Development Center (GR&DC) - PT.SMART, Staf Ahli Bidang Pertanian Pangan dan Pertanian Kementerian Riset dan Teknologi.

Deputi Bidang Relevansi dan Produktivitas Iptek, Teguh Rahardjo mengemukakan bahwa tahun 2010-2014 kebijakan di Kemenristek adalah memperkuat Sistem Inovasi Nasional dan diharapkan dari FGD ini muncul ide bagaimana proses sinergi riset iptek hilir kelapa sawit ke depan. Produk kelapa sawit merupakan salah satu produk utama dari MP3EI (Masterplan Percepatan dan Perluasan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia) sehingga perlu suatu upaya yang serius dalam mendukung secara optimal produk kelapa sawit terutama produk hilir yang memiliki nilai tambah yang tinggi. Kalau kita melirik ke negara tetangga, Malaysia saja berani melakukan investasi sekian juta US dollar dalam mendukung industri kelapa sawit.

Dalam paparannya, Kementerian Perindustrian, wakil dari Direktorat Industri Agro, Sri Hadisetyana menyampaikan bahwa kebijakan dan program dalam mendukung pengembangan industri kelapa sawit baik dari sarana fisik (hardware) yang berupa infrastruktur dan integrasi rantai nilai industri hulu-hilir produk kelapa sawit maupun dukungan SDM dan iptek (software) yang berupa peningkatan kemampuan penyediaan teknologi industri dan inovasi formulasi produk oleofood/oleokimia dari lisensor luar negeri, penyediaan SDM berkualitas yang khususu ditujukan untuk industri perkelapasawitan hulu-hilir, dan Centre of Excellence for Oleochemical Industry sebagai lembaga koordinasi formal pengembangan klaster IHKS.

Hadir juga dari industri hilir kelapa sawit, Direktur GR&DC - PT.SMART, Eddy Kemenady yang menyampaikan bahwa Indonesia sejak tahun 2006 telah menjadi produsen CPO terbesar di dunia, mengalahkan Malaysia. Menurutnya, PT. SMART berkomitmen tetap menjadi yang terbaik di Indonesia dan memiliki misi sebagai industri trendsetting. Untuk itu, PT. SMART membangun GR&DC untuk mendukung visi dan misi tersebut.

 

Pengembangan R&D dan industri kelapa sawit harus terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan menerapkan sistem baku mutu yang diakui secara internasional agar produk minyak kelapa sawit dan turunannya dapat bersaing di pasar internasional. PT. SMART melakukan pengembangan R&D terutama dibagian hilir untuk meningkatkan penggunaan produk kelapa sawit dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, menghemat devisa, dan menambah tenaga kerja lokal, dan meningkatkan perekonomian nasional.

 

Dalam kesempatan tersebut dikemukakan pula bahwa PT. SMART membutuhkan bantuan lembaga litbang yang dapat melakukan inovasi produk hilir yang berorientasi pada edible fat dengan bioteknologi yang advanced, salah satunya mengembangkan teknologi berbasis enzim lipase.

Perguruan tinggi yang diwakili SEAFAST IPB menyampaikan bahwa berdasarkan teknologi roadmap dan peta potensi pasar dan daya saing produk minyak, lemak dan emulsi mempunyai daya saing yang paling bagus dengan nilai tambah (value added) terbaik.

 

Program jangka pendek yang dilakukan adalah problem solving, spesifikasi riset dan decision operasional sementara program jangka panjang merupakan position decision. Dalam kesempatan tersebut dikemukakan pula perlunya dirumuskan suatu roadmap bersama (industri-lemlitbang-kemenristek) dalam mendukung litbang hilir kelapa sawit.

Disampaikan juga dari BPPT, Pusat Teknologi Bioindustri, Agus Masduki bahwa ada beberapa program pengkajian dan penerapan teknologi bioindustri di BPPT yaitu teknologi produksi fatty alcohol dari CPO & PKO dengan menggunakan enzim lipase, teknologi produksi pangan fungsional turunan Kelapa sawit yang dilatar belakangi karena Indonesia merupakan penghasil terbesar crude palm oil (CPO) dengan kapasitas produksi sebanyak 30 juta ton dan luas area 9,1 juta ha.Dari produksi itu hanya 11,3 juta ton yang diekspor dan sisanya 18,7 juta ton diolah di dalam negeri. Pengolahan di dalam negeri diantaranya untuk minyak goreng 11 juta ton, biodiesel 5,7 juta ton, dan oleokimia 2 juta ton.

Pusat Penelitian Kimia LIPI telah melakukan sejumlah penelitian hilir sejak tahun 1996 seperti pembuatan adsorben minyak sawit, pembuatan surfaktan non ionik dan kationik dari asam lemak turunan minyak sawit, pemisahan karotenoid dengan destilasi molekular dan pemisahan alfa, beta-karoten dalam kolom kromatografi, preparasi katalis dengan metoda presipitasi, pembuatan biofuel sebagai bahan subtitusi bahan bakar setara minyak diesel (biodiesel) dan setara gasoline (biogasoline). Di samping itu LIPI telah membangun pilot plant untuk proses produksi produk turunan minyak sawit dengan tujuan menuju komersialisasi.

Dalam kesempatan yang sama Masrizal, Staf Ahli Menteri Bidang pangan dan Pertanian Kemenristek mengutarakan bahwa sesungguhnya apapun permasalahan yang dihadapi atau diperlukan oleh industri sebaiknya dapat didiskusikan, terutama teknologi apa yang dibutuhkan oleh pihak industri. Peran Kemenristek berupa kebijakan dan program riset iptek dalam mendukung lembaga litbang lainnya atau perguruan tinggi. Kalau permasalahan sudah dapat diidentifikasi dan diutarakan oleh industri, maka penelitian harus fokus pada kebutuhan yang dapat digunakan oleh industri tersebut.

Dalam FGD tersebut hadir pula perwakilan dari Asdep Relevansi Program Riptek, Asdep Produktivitas Riptek Strategis, dan segenap perwakilan undangan rapat. (ad5-dep4/ humasristek)



Rabu 16 April 2014
DWP Kemenristek Kunjungi Taman Pintar Yogyakarta
Rabu 16 April 2014
Menumbuhkembangkan Daerah Berinovasi dan Bisnis Inovatif Usia Muda
Senin 14 April 2014
DWP Kemenristek Dukung Program Tanam dan Pelihara Sejuta Pohon
Selasa 08 April 2014
Sosialisasi dan Pengukuran Technology Readiness Level di Jawa Tengah
Selasa 08 April 2014
Kerjasama Iptek RI-Jerman: Implementasi Iptek untuk Mendukung Pembangunan Nasional
Senin 07 April 2014
Pengukuran TRL di Pusat Unggulan Iptek Kakao
Senin 07 April 2014
ASEAN Persiapkan Diri untuk Mobilitas SDM Iptek
Senin 07 April 2014
Kemenristek Hadiri Rakor BPPD Provinsi Jatim
Kamis 03 April 2014
Kemenristek Dorong Konsorsium Pembangunan Satelit Penginderaan Jauh
Kamis 03 April 2014
Rapat Koordinasi Undang-Undang Perindustrian Nomor 3 Tahun 2014 Dalam Rangka Penguatan Teknologi Industri
[ Berita lainnya ]