Ristek Headline |
Minggu 31 Agustus 2014
 
 

Seleksi Calon Kepala LIPI

CPNS 2014

ASTW 2014

RUP TA 2014
Iptek Voice
Kamis 05 Desember 2013
IPTEK VOICE DIALOG DAERAH (BALI) : Sistem Monitoring Pajak Daerah - Meningkatkan Pendapatan Pajak Daerah
http://ristek.go.id/file/voice/2014/02/iptek-voice-dialog-daerah-(bali)-sistem-monitoring-pajak-daerah-meningkatkan-pendapatan-pajak-daerah.mp3
kategori : Inovasi
Didi Setiadi
Galeri Foto

Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68

FacebookTwitter

Anggaran Dan Keuangan
MUSRENAS
SAKIP
Info Pengadaan Barang Dan Jasa
Produk Hukum


BERITA KEGIATAN RISTEK
Rabu 24 Oktober 2012
Pengembangan Kemampuan Nasional Dalam Rancang Bangun dan Pendayagunaan Embedded System (Sistim Tertanam)
Print PDF Facebook Twitter Email

Penguasaan ilmu murni, ilmu terapan dan rekayasa di bidang teknologi informatika dan komunikasi (TIK) merupakan faktor strategis dan vital dalam upaya meningkatkan daya saing nasional ditengah era persaingan perdagangan bebas dunia saat ini. Oleh karena itu, upaya-upaya peningkatan percepatan pembangunan ekonomi Indonesia (P3EI) menjadi perhatian sangat serius bagi Indonesia. Salah satu bidang TIK yang seyogyanya mendapat perhatian secara khusus agar Indonesia mampu mandiri dan mengambil manfaat sebesar-besarnya atas terbukanya peluang pasar yang sangat lebar di bidang industri TIK nasional saat ini dan mendatang, maka pengembangan kemampuan nasional dalam rancang bangun dan pendayagunaan riset “Sistem Tertanam” (Embedded System) mutlak harus dibangun dan dikawal.

 

Penggunaan “Sistem Tertanam” ini sudah sangat luas dan terus berkembang dalam kehidupan masyarakat dan industry, diantaranya dimanfaatkan pada peralatan-peralatan: 1). Elektronika konsumen (consumer electronics) seperti telepon genggam handphone, peralatan global positioning system (GPS), pemutar MP3 (MP3 Player), serta alat rumah tangga microwave dan rice cooker; 2). Peralatan Industri (industrial electronic devices), dimana “sistem tertanam” menjadi komponen penting untuk tugas-tugas komplek dalam produksi dan otomasi fabrikasi, programmable logic controller (PLC) dan sensor cerdas; 3). Alat-alat elektromedis (medical electronic devices) seperti peralatan Ultrasonography (USG), detektor denyut jantung,dan alat pengukur gula darah elektronis, maupun alat pencitraan medis (medical imaging); 4). Jaringan komputer (computer networks), routers, switches dan wireless access points.


Kementerian Riset dan Teknologi bersama dengan Kementerian Kominfo dalam Seminar Nasional Embedded System pada tanggal 20 September 2012 di Bandung telah berkoordinasi untuk mengusung kapasitas lembaga penelitian dan pengembangan dalam negeri untuk mengembangkan dan mempercepat aplikasi kemampuan rancang bangun dan pemanfaatan teknologi “sistim tertanam” dalam produk-produk teknologi yang dimanfaatkan oleh industri dan masyarakat, diantaranya adalah pemanfaatan produk “sistim tertanam” berupa software “Bandros” hasil rekayasa dari Pusat Penelitian Informatika LIPI sebagai operating system pada perangkat handphone yang akan dibuat oleh PT INTI.

 

Kemudian dalam diskusi terbatas yang dihadiri Hari Purwanto-Staf Ahli Menristek Bidang ICT dan Transportasi, LT Handoko-Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI, Kemal Prihatman-Asdep Pendayagunaan Iptek Industri Strategis yang mewakili Deputi Pendayaguanaan Iptek, bersama para peneliti dan perekayasa “sistim tertanam” pada tanggal 22 Oktober 2012 di Bandung telah membahas beberapa produk “sistim tertanam” lainnya yang dapat  dimanfaatkan oleh masyarakat, diantaranya adalah batterey management system yang diaplikasikan pada Bus Listrik, Bandros yang diaplikasikan pada Handphone, scrambler komunikasi telepon, yang kemudian dilanjutkan peninjauan “sistim tertanam” yang diaplikasikan pada stasiun pengamat cuaca di Kecamatan Cilengkrang Kabupaten Bandung.

 

Penguasaan teknologi “sistim tertanam” dirancang untuk tujuan khusus baik untuk melakukan satu atau banyak tugas dalam komputasi yang real-time dan pemanfaatannya mempunyai pangsa pasar yang sangat besar di dalam negeri, dimana saat ini “sistem tertanam” menjadi basis hampir seluruh peralatan mutakhir, baik alat rumah tangga, alat komunikasi, maupun alat industri. Untuk mampu bersaing maka melalui MP3EI –melalui upaya sinergis, komprehensif dan integral para ilmuwan, teknolog, dan pelaku industri– secara kontinu berkonsorsium bekerja sama melakukan pengembangan rancang bangun dan pendayagunaan Embedded System (Sistim Tertanam) melalui proses akuisi pengetahuan dan akuisisi teknologi, sebagai bagian dalam upaya peningkatan tingkat kandungan teknologi dalam negeri, berkerangka sistim inovasi nasional (SINas). (sa-tikt/ humasristek)



Senin 25 Agustus 2014
ASEAN Berikan Penghargaan pada Pegiat Iptek
Senin 25 Agustus 2014
Menteri Iptek ASEAN Bahas Kebijakan Iptek Tingkat Regional
Jumat 22 Agustus 2014
Kementerian Riset dan Teknologi Hadir di Kalsel Expo 2014
Jumat 22 Agustus 2014
Menristek Buka Pertemuan Komite Iptek ASEAN ke-68
Kamis 21 Agustus 2014
Penaganugerahan Gelar Perekaya Utama Kehormatan
Selasa 19 Agustus 2014
Simposium Nasional Implementasi Hasil Riset Vaksin
Senin 18 Agustus 2014
Inovasi untuk Komunitas ASEAN yang Lebih Baik
Minggu 17 Agustus 2014
Iptek Bagi Pembangunan Nasional
Rabu 13 Agustus 2014
Seminar Sejarah dan Peradaban Medang–Aspek Perkembangan Teknologi dan Ilmu Pengetahuan Nusantara
Rabu 13 Agustus 2014
Menristek Dapat Pengahargaan Bintang Mahaputra Adipradana
[ Berita lainnya ]