TANGGERANG – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) luncurkan inovasi rumah tahan gempa. Kepala BPPT Hammam Riza mengatakan mengingat rentetan bencana gempa bumi di tahun 2018, acapkali menimbulkan kerusakan bangunan, yang berujung pada timbulnya korban jiwa.

Sebagai solusi, BPPT pun melakukan kaji terap teknologi bangunan rumah tahan gempa, yang meliputi Desain, Konstruksi, Material, Pengujian Struktur untuk menghasilkan Bangunan Tahan Gempa, yang dinamakan Bale Kohana.    

“Risiko bencana gempa bumi, khususnya yang mengakibatkan kerusakan bangunan perlu diantisipasi dengan hunian atau rumah, yang didesain tahan terhadap gempa. Baik secara struktur, konstruksi dan material,” ungkap Hammam usai meluncurkan inovasi Rumah Tahan Gempa buatan BPPT di Kawasan Puspiptek, Tangerang Selatan, Rabu (22/05/2019).

Dikatakan Hammam, sejumlah negara yang rawan bencana seperti Jepang, memiliki rumah khusus tahan gempa bagi warganya. Indonesia pun sebutnya, harus mempunyai rumah tanggap darurat untuk bencana gempa bumi.    

Oleh karena itu BPPT melalui Pusat Teknologi Material (PTM) melakukan Desain dan Pengembangan bangunan rumah komposit dengan konsep cepat bangun sejak tahun 2016. “Ini merupakan salah satu upaya BPPT dalam memberikan solusi teknologi yang  dapat dimanfaatkan sebagai sarana pencegahan, penanganan, dan pemulihan korban akibat bencana gempa bumi” terangnya.    

Hammam kemudian menyebut bahwa BPPT telah didukung oleh mitra industri  dalam hal ini PT. Bondor Indonesia dan PT. Tata Logam Lestari, dalam penyediaan komponen bangunan prototipe pertama Bale Kohana. “Ini merupakan upaya BPPT untuk mempercepat terwujudnya inovasi konstruksi bangunan tahan gempa dan tahan api yang cepat bangun, yang mampu secara signifikan memberikan kontribusi dalam penyediaan rumah tahan gempa yang cepat bangun bagi masyarakat,” terangnya.

Lebih lanjut Hammam berharap agar  program ini dapat mendukung Program Prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah 2020 yaitu Penguatan Infrastruktur Kawasan Tertinggal dan Ketahanan Bencana yang ditetapkan Kementerian PPN/BAPPENAS saat MUSRENBANGNAS 2019. Dirinya pun meminta dukungan berbagai pemangku kepentingan, supaya inovasi rumah tahan gempa ini, dapat diaplikasikan di berbagai wilayah yang berpotensi bencana gempa bumi.

“Ini menjawab isu nasional akan kebutuhan rumah tahan gempa,  BPPT telah mempersiapkan usulan program Flagship Prioritas Riset Nasional 2020-2024 tentang Teknologi Sruktur Bangunan Tahan Gempa, Tahan Api, Cepat Bangun yang memiliki output Desain, SOP konstruksi Rumah, dan Standardisasi Bangunan Rumah Tahan Gempa Tahan Api, Cepat Bangun dengan menggunakan teknologi seismic rubber bearing sebagai base isolator untuk menahan beban gempa. Kami harap inovasi ini dapat segera diimplementasikan di berbagai wilayah yang berpotensi bencana gempa bumi,” pungkasnya.

sumber :
https://www.bppt.go.id/teknologi-informasi-energi-dan-material/3578-ini-dia-bale-kohana-hunian-tahan-gempa-inovasi-bppt