MEULABOH –Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti melaksanakan Simposium Nasional Kurikulum Agro and Marine Industries, ’Solusi Cerdas Mencapai Kedaulatan Pangan’. Simposium nasional yang menghadirkan 12 nasasumber itu, dilaksanakan di Aula Meuligoe Hotel-Meulaboh-Aceh Barat, Provinsi Aceh, 9 November 2018.

Simposium Nasional tersebut didanai sepenuhnya oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemenristekdikti. “Simposium ini mendapat respon sangat baik dari pihak Belmawa karena dinilai sejalan dengan program Belmawa Kemenristekdikti”, ujar Herdi Susanto, ST.,MT, Ketua Penjaminan Mutu Universitas Teuku Umar.

Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti, Dr. Paristiyanti Nurwardani yang diwakili Dr. Syahril Chaniago, M. Si (Kepala Bagian Umum Ditjen Belmawa), dalam simposium nasional itu antara lain mengatakan, kurikulum harus mendorong mahasiswa untuk berpikir aktif dan kreatif, bukan menanam dalam pemikiran mahasiswa bagaimana mencari kerja, tetapi bagaimana mahasiswa menciptakan lapangan kerja,

Direktorat Pembelajaran, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenrinstekdikti berupaya mendorong komitmen dan pemahaman dosen dalam merekonstruksi kurikulum program studi di perguruan tinggi. Untuk itu, penyusunan kurikulum perguruan tinggi harus sesuai dengan kebutuhan daerah. “Kurikulum Anda di UTU, sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan Anda di Barat Selatan Aceh”, ujar Syahril.

“Yang perlu diperhatikan dalam penerapan kurikulum perguruan tinggi tetap harus mengacu pada Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan sesuai dengan Permenristekdikti nomor 44 Tahun 2015”, tambah Syahril

Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA yang menjadi keynote speaker dalam simposium nasional tersebut, menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Direktur Pembelajaran Kemenristekdikti, Dr. Paristiyanti Nurwardani berserta seluruh jajarannya atas kesediaan melaksanakan simposium nasional ini. “Karena ide pelaksanaan simposium  nasional ini muncul dari pemikiran Dr. Paristiyanti Nurwardani”, ujar Prof. Jasman

Rektor UTU, Prof. Dr. Jasman J. Ma`ruf, SE.,MBA dalam penyampaiannya mengatakan, Simposium Nasional ini diadakan untuk penyusunan silabi (silabus) mata kuliah agro and marine industry (industry berbasis agro dan marine). Silabi itu disusun untuk menghasilkan sebuah mata kuliah yang kokoh yang bisa menjadi mata ajar pada seluruh program studi yang ada pada  semua Fakultas Universitas Teuku Umar.

“Agro and marine industry merupakan mata kuliah yang diberlakukan ditingkat Universitas Teuku Umar (UTU) dan semua mahasiswa yang kuliah di UTU, mulai tahun akademik 2019/2020, tahun pertama kuliah wajib mendapatkan mata kuliah tersebut. Mata kuliah ini sesuai dengan  core product (pola pokok ilmiah) UTU adalah agro and marine industry”, ujar Prof. Jasman.

Prof. Jasman menegaskan, setiap mahasiswa diwajibkan mengambil mata kuliah tersebut, dengan maksud supaya mahasiswa akan lebih tau sebenarnya kemana arah dan orientasi lapangan kerja atau berwirausaha setelah selesai memperoleh ilmu dari UTU. “Karena mata kuliah tersebut akan berlaku tahun depan, maka diundanglah secara nasional para narasumber dari berbagai universitas ternama di Indonesia dengan beragam latar belakang ilmu pengetahuan untuk berbicara pada simposium nasional, agar bisa menghasilkan silabus yang tepat, kuat sesuai dengan kebutuhan kita di UTU saat ini”, ujar Prof. Jasman.

“Ketika bicara mengenai industry, berarti sudah berbicara soal lingkungan. Oleh karena itu, diharapkan mata kuliah ini bisa menjelaskan dari hulu kehilir dalam proses pembelajaran.  Hulunya dimulai bagaimana mahasiswa bisa mendapatkan pengetahuan tentang budidaya, baik budidaya perikanan maupun budidaya pertanian serta bagaimana memprosesnya. Untuk itu, dasar-dasar prosesing tersebut  misalnya, mengenai teknologi hasil pertanian perlu diajarkan, dipahami dan diketahui dengan baik. Intinya mahasiswa harus mengetahui format tersebut.

Setelah itu, baru kehilir yang berhungan dengan lingkungan dan pasar. Bagaimana memahami pasar untuk agro and marine. Produk olahan dari agro and marine serta hasil dari industry, hasil budidaya itu diproses,  diolah lalu dipasarkan. Untuk itu, mengenai hulu kehilir itu harus diajarkan tentang agro and marine industry secara menyeluruh sehingga mahasiswa lebih mengetahui komponen-komponen yang dibahas dalam mata kuliah tersebut dengan waktu 16 kali pertemuan dalam satu semester.

12 narasumber  symposium nasional itu adalah Dr. rer.nat. Chaidir, Apt (dari BPPT), Dr. Agus Setywan, Eng, S.Si.,M.Si (dari Undip), Dr. Moh. Khusaini, SE.,M.Si, MA (dari UB), Dr. Hendri Bustamam (Unib), Dr. Syahril Chaniago, M. Si (dari Ristekdikti), Dr. Aji Hermawan (dari IPB), Eddy Junarsin, MBA, Ph.D (dari UGM), Adeng Pustikaningsih, SE, M.Si (dari UNY), Dr. Muhammad Rizal (dari UTU), Ir. Kridanto Surendro, Ph.D (dari ITB), Dr. Indra Budi, M. Kom (dari UI) dan Dr. Taufik Fuad Abidin, M. Tech (dari Unsyiah).