Jakarta – Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), Anhar Riza Antariksawan menegaskan ada empat strategi Batan untuk mendekatkan nuklir kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan Anhar saat melantik 10 pejabat struktural dan 13 pejabat fungsional di lingkungan BATAN, di Kawasan Nuklir Pasar Jumat, BATAN, Jakarta, Kamis (02/01).

Keempat strategi ini, lanjut Anhar, harus dilakukan dengan bekerja secara tim, serta selalu menggaungkan Batan Incorporated. Anhar menjelaskan strategi pertama, Batan akan memperbanyak hilirisasi dan komersialisasi produk-produk penelitiannya. Hilirisasi dan komersialisasi sangat penting untuk keberlangsungan riset agar tidak selalu bergantung pada pendanaan dari pemerintah atau Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

“Hilirisasi dan komersialisasi ini perlu untuk mendukung riset kita, istilahnya self reliance. Sehingga kita bisa mandiri di dalam hal pendanaan,” jelas Anhar.

Menurut Anhar, tantangan kedepan organisasi dituntut bekerja secara cepat. Maka, Anhar menuturkan strategi kedua adalah menjadikan Batan sebagai organisasi yang modern. Salah satu cirinya adalah memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Strategi ketiga, lanjut dia, menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) Batan unggul. Salah satu caranya, dengan menggiatkan program Nuclear Knowledge Management (NKM). Program NKM ini, sangat penting untuk mempertahankan kompetensi pegawai Batan. Menurut Anhar, saat ini terdapat gap kepakaran yang cukup jauh antara pegawai senior dan junior.

“NKM ini dimulai dari penciptaan kompetensi hingga mempertahankan kompetensi. Kita dorong, terutama generasi muda untuk melanjutkan sekolah by research. Kita juga giatkan program-program NKM seperti coaching, mentoring, dan sebagainya,” tambah Anhar.

Strategi keempat adalah be innovative. Inovasi ini tidak hanya dari sisi produk tetapi dalam pengelolaan penelitian dan pengembangan. “Kita harus inovatif dalam mencari anggaran agar tidak hanya bergantung pada DIPA, tetapi bisa mencari pendanaan dari luar DIPA yang bermacam-macam. Sehingga kegiatan tidak hanya business as usual saja,” terangnya.

Di lain sisi, pelantikan pejabat struktural dan fungsional Batan ini berdasarkan kebutuhan organisasi. Ia berpesan kepada pejabat yang baru dilantik dan melakukan sumpah jabatan, bahwa baik pejabat struktural maupun fungsional memiliki kesempatan sama dalam berkontribusi untuk organisasi. “Batan harus bergerak cepat dan inovatif. Kita harus menemukan cara-cara berbeda untuk menghadirkan iptek nuklir untuk masyarakat,” tuturnya.

Adapun nama pejabat struktural yang baru dilantik yaitu, Dr. Ir. Mohammad Dhandang Purwadi, M.T menjabat Kepala Pusat Teknologi dan Keselamatan Reaktor Nuklir (PTKRN), Ir. Yusi Eko Yulianto menjabat Kepala Pusat Reaktor Serba Guna (PRSG), Ir. Eko Madi Parmanto menjabat Kepala Pusat Diseminasi dan Kemitraan (PDK), Drs. Raden Heru Umbara menjabat Kepala Biro Hukum, Hubungan Masyarakat, dan Kerja Sama (BHHK), Dr. Ir. Sudi Ariyanto, M.Eng menjabat Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (BSDMO), Ir. Kristedjo Kurnianto, M.Sc menjabat Kepala Pusat Rekayasa Fasilitas Nuklir (PRFN), Ir. Raden Sumarbagiono, M.T menjabat Kepala Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR), Dr. Roziq Himawan, M.Eng menjabat Kepala Pusat Pendayagunaan Informatika dan Kawasan Strategis Nuklir (PPIKSN), Ir. Fatmuanis Basuki, M.Si menjabat Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat), dan Ir. Widiyanta menjabat Kepala Biro Umum (BU).

sumber : http://www.batan.go.id/index.php/id/kedeputian/manajemen/biro-umum/6192-empat-strategi-batan-dekatkan-nuklir-ke-masyarakat