Sebagai respon cepat atas bencana tsunami yang terjadi di Selat Sunda, Pusat Studi Bencana, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor (LPPM IPB) bekerja sama dengan Departemen Ilmu Keluarga dan Konsumen (IKK), Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor (FEMA IPB) menyiapkan Tim Trauma Healing untuk korban. Tim ini dipersiapkan dengan diawali memberikan pembekalan melalui pelatihan para tim yang akan berangkat ke lapang.

Sebagai tahap awal, Departemen IKK FEMA IPB mempersiapkan sepuluh orang relawan. Para relawan trauma healing terdiri dari alumni maupun mahasiswa dari program Sarjana IKK dan S2 Ilmu Keluarga. Pembekalan Tim Relawan dilakukan selama dua hari dari tanggal 9 – 10 Januari 2019. Materi yang diberikan mencakup pengenalan tentang psikologi trauma dan cara penanganannya, Rapid Assesment untuk Trauma Bencana, Teknik Konseling dan Praktiknya, dan Teknik Trauma Healing.

Pembekalan disampaikan para narasumber yang juga dosen di Departemen IKK, Dr. Melly Latifah, Dr. Dwi Hastuti, dan Dr. Diah Krisnatuti. Selain itu para relawan juga dibekali dengan Praktik Trauma Healing untuk anak-anak dengan bermain, bernyanyi, dongeng, menggambar dan bercerita dari Tim Labschool Pendidikan Karakter IPB ISFA. Melalui pembekalan ini diharapkan para relawan mempunyai pengetahuan yang cukup dan sikap yang positif untuk diterjunkan ke lokasi bencana.

Kepala Pusat Studi Bencana LPPM IPB, Dr. Yonvitner menjelaskan bahwa program trauma healing menjadi salah satu program yang perlu dilakukan di kawasan bencana. Kegiatan ini juga didukung oleh Caritas-Germany selama fase tanggap darurat.(*/ris)

Please follow and like us:
0