Lab Animasi dan Studio Film School of Design Universitas Pelita Harapan (SoD UPH) resmi menerima lisensi sebagai Tempat Uji Kompetensi (TUK) tingkat nasional bidang film dan animasi, dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Pemerintah Republik Indonesia dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Ainaki, pada tanggal 20 Januari 2020.

“Untuk menyandang lisensi ini butuh kelengkapan fasilitas laboratorium yang mencapai standar industri animasi di Indonesia seperti spesifikasi komputer untuk menjalankan software animasi yang memang dipakai di industri dan pekerjaan animasi, kualitas dan jumlah meja dan kursi yang memadai, kualitas ruangan yang luas, serta dosen-dosen DKV UPH yang sudah tersertifikasi sebagai Asesor Penguji Kompetensi Animasi,” jelas  Alfiansyah Zulkarnain, S.Sn., M.Ds., Ketua Prodi DKV UPH.

Sertifikasi ini diberikan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Animasi di bawah naungan Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan memasarkan konten animasi Indonesia sehingga menguasai pasar lokal maupun menembus pasar internasional. Sertifikasi ini juga diberikan atas pengawasan Badan Nasional Sertifikasi Profesi oleh pemerintah.

“Ini menjadi bukti komitmen dan bukti kualitas Prodi DKV UPH terhadap pengembangan mahasiswa yang berkualitas untuk menghasilkan desainer dan animator yang mampu bersaing secara global,” tambah Alfiansyah.

Pernyatan senada juga disampaikan Dekan SoD uph, Dr. Martin Katopo. Menurutnya, lisensi ini merupakan pengakuan terhadap kelengkapan fasilitas Lab Animasi dan Film SoD serta terhadap kompetensi dosen-dosen di Prodi DKV SoD UPH, khususnya konsentrasi animasi dan sinematografi.

Dengan adanya lisensi TUK Animasi untuk Laboratorium Animasi UPH, maka nantinya kurikulum konsentrasi Animasi dalam Prodi DKV UPH akan bersinergi dengan standar kompetensi Industri Animasi Indonesia. Alfian juga memastikan bahwa lulusan DKV UPH akan mampu mendapatkan sertfikasi kompetensi ini sebagai modal kerja di industri animasi yang mampu bersaing secara lokal maupun global.

Tidak hanya itu, Martin Katopo juga berharap dengan adanya lisensi ini dapat lebih memperluas  jejaring kerja sama Lab. Animasi dan Film dengan alumni dan industri Animasi serta Film Nasional. Rencana ke depannya adalah menaikkan target sertifikasi menjadi sertifikasi internasional maupun kemitraan bertaraf internasional untuk Lab Animasi dan Film SoD.