SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta berhasil menciptakan gel untuk membantu menyembuhkan luka penderita Diabetes Melitus (DM). Hasil penelitian yang dilakukan oleh Alfiyatul Fithri dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Rizki Ardiansyah Fakultas kedokteran (FK) dan Wahyu Puji Pamungkas FMIPA lolos pendanaan program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) tahun 2019.

Latar belakang Fithri bersama tim membuat OLEFIL (Wound Plaster from Shrimp Shells-Eel): Solusi Luka Diabetes Terinfeksi Bakteri MRSA karena berdasarkan data dari World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa terjadi peningkatan kematian signifikan akibat DM sebesar 1,2 juta orang pada tahun 2012 menjadi 422 juta orang pada tahun 2014.

MRSA (Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus) memiliki potensi menginfeksi luka pada penderita DMhingga lima kali lipat. Timbulnya infeksi pada luka DM menyebabkan penyembuhan luka semakin buruk dan memicu dilakukannya amputasi pada bagian yang terluka sehingga dibutuhkan penanganan khusus terhadap luka pada penderita DM.

Perawatan luka yang efektif untuk mempercepat penyembuhan luka adalah dengan pemberian lingkungan yang lembab. Perawatan luka pada penderita DM di Indonesia masih menggunakan balutan konvensional, yaitu kasa steril yang memiliki potensi infeksi tinggi. Hidrogel dilaporkan dapat bertindak sebagai pembalut luka yang memiliki sifat seperti kulit sehingga dapat meningkatkan proses penyembuhan luka.

Salah satu bahan dasar pembuatan hidrogel adalah kitosan dengan sifat antibacterial. Sumber utama kitosan adalah cangkang udang. Indonesia menghasilkan limbah cangkang udang 20 ton per hari. Pemanfaatan cangkang udang belum maksimal karena dianggap sebagai limbah sehingga diperlukan pemanfaatan  cangkang udang sebagai bahan dasar pembuatan hidrogel yang memiliki sifat antibakteri pada pembalut luka. Di sisi lain, ikan sidat adalah jenis ikan yang mengandung albumin tinggi. Sangat disayangkan, pemanfaatan ikan sidat dengan kadar albumin tinggi di Indonesia belum maksimal.

“Berdasarkan potensi kitosan dan ikan sidat, maka saya dan tim menciptakan OLEFIL (Wound Plaster from Shrimp Shells-Eel), yaitu plester luka inovatif dengan bahan dasar kombinasi kitosan dan ikan sidat sebagai solusi penyembuh luka DM terinfeksi bakteri MRSA,” terang Fithri, Selasa (18/6/2019).

Fithri menambahkan, Kitosan digunakan sebagai komponen pembuatan hidrogel yang dapat membalut luka seperti kulit dengan sifat antibakteri, sedangkan ikan sidat digunakan sebagai komponen pendukung plester yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Tujuan utama OLEFIL diciptakan adalah sebagai pertolongan pertama penanganan terhadap luka yang dapat mempercepat proses penyembuhan luka pada penderita DM. Penciptaan OLEFIL secara tidak langsung dapat mengatasi beberapa permasalahan sekaligus, yaitu mempercepat penyembuhan luka dan mencegah kemungkinan terjadinya amputasi pada penderita DM, mengurangi jumlah limbah cangkang udang, serta meningkatkan nilai guna ikan sidat.

sumber : https://uns.ac.id/id/uns-student/mahasiswa-uns-ciptakan-gel-untuk-luka-diabetes.html