Pontianak – Politeknik Negeri Pontianak menggelar Sertifikasi Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi Tahun Anggaran (TA) 2019. Kegiatan dibiayai oleh Direktorat Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti bersama Polnep. Kegiatan dibuka resmi oleh Direktur Polnep Ir HM Toasin Asha MSi di kampus Polnep, Jumat (18/10/2019). Polnep termasuk beruntung dapat kesempatan ini. Hal ini suatu pertanda baik untuk kemajuan dan perkembangan Polnep kedepannya, ujar Toasin.

Program Revitalisasi Dosen Vokasi tahun 2019 ini salah satu program prioritas nasional dari Kemenristekdikti guna meningkatkan kompetensi dosen vokasi dalam menunjang pembelajaran vokasional di perguruan tinggi. “Selamat dan terima kasih kepada LSP-P1. Selamat dan sukses kepada seluruh peserta pelatihan dan sertifikasi ini,” katanya.

Kegiatan tersebut sangat penting, sebagai salah satu persyaratan jika dosen ingin menjadi assesor untuk skema uji kompetensi mahasiswa. Tanpa itu, dosen tidak boleh uji kompetensi mahasiswa. Lulusan kami, minimal harus memiliki satu sertifikat kompetensi selain ijazah. “Jadi kegiatan ini penting, dosen terdaftar harus sungguh-sungguh, jangan sampai tidak lulus, sudah biaya besar, tidak ada kesempatan uji mahasiswa pula, sangat sayang,” ujarnya.

Menurutnya, Polnep menjadi perguruan tinggi vokasi terbanyak di Indonesia yang mengajukan skema. “Kami usul 14 skema, perguruan tinggi vokasi lain rata-rata mengajukan 1-2 skema. Total yang kami ajukan Rp4 miliar, tetapi maksimal satu perguruan tinggi hanya Rp1 miliar. “Jadi terpaksa ada yang kami tunda. Kami pilih 10 skema prioritas terlebih dulu,” jelasnya.

Polnep juga mendapatkan anggaran dari Kemenristekdikti untuk uji kompetensi instruktur di SMK. Alumni SMK yang lulus yang akan jadi instruktur di SMK akan dilatih rekoknisi pembelajaran lampau (RPL) dan uji kompetensi. Jika lulus, mereka mendapatkan sertifikat kompetensi setara D2.

Polnep harus pula bekerjasama menggunakan dosen dari dunia usaha dan industri. Tetapi tidak semua memiliki kualifikasi S2 atau S3, masih banyak yang S1. Mereka juga diikutikan RPL sesuai kompetensi masing-masing dan portofolio. Jika lulus uji kompetensi mereka dapat penyetaran level 5, setara S2. “Tiga kegiatan ini yang akan kami selesaikan dalam dua bulan terakhir ini untuk meningkatkan kualitas pembelajaran,” katanya.

Sementara itu, Muflihah Ramadhia STP MP, Ketua LSP P1 Polnep menyampaikan, Sertifikasi Kompetensi Vokasi Dosen Pendidikan Tinggi Vokasi TA 2019 digelar pada 10 Oktober – 29 November 2019. Kegiatan tersebut diikuti 144 peserta dari tujuh jurusan di Polnep. Antara lain Jurusan Administrasi Bisnis, Ilmu Kelautan dan Perikanan, Teknik Arsitektur, Teknik Mesin, Teknologi Pertanian, Teknik Elektro, dan Jurusan Teknik Sipil. “kami harap keseriusan seluruh peserta sehingga bisa lulus 100 persen. Terima kasih pada seluruh pihak yang telah membantu dalam mensukseskan kegiatan ini,” pungkasnya.

(Humas Polnep)