Delegasi Unit Penalaran Ilmiah Interdisipliner (UPII) UGM berhasil meraih juara pertama dari sejumlah kompetisi debat tingkat nasional 2018.

Belum lama ini, Delegasi Unit Penalaran Ilmiah “Interdisipliner” (UPII) UGM berhasil menyabet juara 1 pada ajang lomba debat AP Scientific Fair 2018 di Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten pada 24 November 2018.

Delegasi tersebut adalah Muhammad Rafif (Elektronika dan Instrumentasi 2018), bersama rekan-rekannya Muhammad Hasan Fajri (Manajemen 2018) dan Sevi Tyas Murti Vinastya (Ilmu Ekonomi 2016).

Rafif mengatakan kompetisi ini diikuti oleh beberapa perguruan tinggi di Indonesia. Beberapa diantaranya seperti Universitas Mulawarman, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Gadjah Mada, dan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sendiri sebagai tuan rumah.

Sebelumnya, Delegasi UPII UGM juga sukses menyabet juara I dalam Airlangga Social and Political Debate Competition 4.0 (ASPDC) pada 15-18 November 2018.

Delegasi UPII UGM yang berhasil menyabet juara 1 adalah Syahrul Mubaroq (Elins 2014), Inas Mufidhatul (Hubungan Internasional 2015) dan R. H. Najogi Sitinjak (Farmasi 2016). Selain itu, gelar best speaker  turut diraih oleh R. H. Najogi Sitinjak.

ASPDC adalah kompetisi debat bertema sosial dan politik tahunan yang bertujuan untuk menguji ketajaman analisis, gagasan, intelektual serta tingkat kritis mahasiswa dalam menanggapi dan menyalurkan aspirasi atas isu-isu seputar sosial politik yang sedang berkembang di Indonesia dengan tatanan Bahasa Indonesia yang baik, benar dan santun. Kompetisi diikuti sejumlah perguruan tinggi dari seluruh Indonesia.

Syahrul menyampaikan dalam kompetisi ini terdiri dari satu tahapan seleksi untuk dapat mengikuti babak final. Enam belas esai terbaik diberi kesempatan untuk melanjutkan ke babak final.

“Kami terpilih menjadi juara setelah menyisihkan 15 tim lainnya,” jelasnya.

Dosen Pembina UPII UGM, Ahmad Agus Setiawan, S.T., M.Sc., Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas prestasi yang telah diraih delegasi UPII UGM dalam berbagai kompetisi. Dia berharap pencapaian tersebut dapat memotivasi para mahasiswa untuk terus berprestasi dalam berbagai kejuaraan baik di tingkat nasional maupun internasional. Selain itu, juga berkontribusi lebih baik lagi di masa depan. (Humas UGM/Ika)