Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 50/SP/HM/BKKP/III/2019

Bandung – Otomatisasi, internet of things, artificial intelligence, dan human-machine yang identik dengan revolusi industri 4.0 tidak akan mampu membunuh kreatifitas dan seni yang ada di dalam diri manusia. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Ismunandar saat menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional yang dihelat oleh Ikatan Alumni Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung, di kampus ISBI (12/3).

Dirjen Ismunandar berpesan kepada alumni ISBI untuk terus bersinergi dengan almamater untuk melahirkan industri kreatif dan seni agar berdaya guna serta bernilai tambah, demi mewujudkan program pemerintah mendorong pemajuan kebudayaan dan menciptakan lapangan kerja kreatif.

“Prioritas nasional berkaitan dengan revolusi industri 4.0 sebenarnya berkaitan dengan otomatisasi. Namun, semuanya seolah tidak berkaitan dengan seni, padahal ada di semua lini pekerjaan (kesenian) ini. Seperti desain, kreativitas, dan sebagainya itu sangat dibutuhkan. Kreativitas dan seni itu sesuatu yang tidak bisa diotomatisasi,” terangnya.

Lebih lanjut Dirjen Belmawa Ismunandar mengatakan, selain ilmu kesenian, mahasiswa ISBI juga harus dibekali dengan general education seperti pendidikan bela negara serta literasi baru seperti literasi data, teknologi, dan manusia. Oleh karena itu, mata kuliah kewirausahaan/entrepreneurship menjadi penting dalam menghadapi otomatisasi revolusi industri 4.0.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa menyebutkan, selain pendidikan kewirausahan, mahasiswa ISBI juga harus dibekali mata kuliah tambahan yang mendorong lulusan ISBI, seperti pedagogik (keguruan) serta psikologi pendidikan. Dengan begitu, Pemprov Jabar dapat mengoptimalkan lulusan kesenian untuk bisa mengajar di SD dan SMP.

“Memang pendidikan entrepreneur penting agar mahasiswa memahami cara memasarkan produk maupun potensi seni yang dimilikinya, karena wirausaha dan kesenian sangat berhubungan erat. Namun, ada yang juga tidak kalah penting, yaitu pendidikan pedagogik (keguruan) dan psikologi pendidikan, sehingga lulusan kesenian dapat terserap dengan baik,” ucapnya.

Selanjutnya, Dirjen Ismunandar melanjutkan kunjungan kerjanya dan memberikan kuliah umum di kampus Universitas Pasundan (Unpas). Menurut Dirjen Ismunandar, Presiden Joko Widodo selalu menekankan perguruan tinggi harus membuat terobosan, ia menyebutkan perlunya membuka Program Studi (Prodi) baru yang sesuai dengan perkembangan zaman dan menutup yang sudah tidak relevan.

Dirjen Ismunandar juga berpesan kepada mahasiswa untuk tidak menganggap revolusi industri 4.0 sebagai momok, melainkan melihatnya sebagai peluang. Dirjen Ismunandar mengatakan Indonesia harus optimis apabila ingin menjadi negara pemenang.

“Indonesia diramalkan akan menjadi negara keempat terbesar di dunia dalam bidang ekonomi pada tahun 2050. Ramalan besar tadi itu, bisa tercapai kalau anak mudanya itu produktif, kreatif, dan berdaya saing,” ungkapnya.

Usai memberikan kuliah umum yang disiarkan secara langsung melalui teleconference yang terhubung dengan 22 kampus di Indonesia, Dirjen Ismunandar meresmikan secara simbolis program Pendidikan Profesi Guru Pendidikan Matematika di Unpas dan juga memberikan penghargaan kepada mahasiswa berprestasi.

Dalam kunjungan kerja ini Dirjen belmawa didampingi Direktur Pembelajaran, Paristiyanti Nurwardani beserta jajarannya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
dan
Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website: https://ristekdikti.go.id

Please follow and like us:
26