SiaranPersKemenristekdikti

No: 44/SP/HM/BKKP/III/2019

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengapresiasi Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) di Jepara sebagai perguruan tinggi yang dapat berkembang pesat setelah digabungkan dari tiga perguruan tinggi.

“Kita harus mengubah perilaku kita agar bisa mengubah perguruan tinggi kita, apakah misalnya staf atau karyawan Unisnu menggunakan presensi berbasis fingerprint misalnya. Itu contoh standardnya,” ungkap Menristekdikti saat Peresmian Gedung Perpustakaan UNISNU di Jepara pada Jumat (8/3).

Unisnu adalah penggabungan dari Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nahdlatul Ulama (STIENU) dan Sekolah Tinggi Teknologi Desain Nahdlatul Ulama (STTDNU) di bawah Yayasan Identitas Yayasan Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (YAPTINU) Jepara.

Menristekdikti menyampaikan bahwa saat ini jumlah perguruan tinggi yang banyak tidak menjamin kemajuan pendidikan tinggi, namun perguruan tinggi yang berkualitas yang dapat memajukan bangsanya.

“Perguruan tinggi yang tidak kreatif dan tidak inovatif akan ditinggalkan. Tidak ada negara yang akan menang, kalau hanya mengandalkan sumber daya manusia saja atau hanya menghandalkan luasnya negara. Negara pemenang adalah negara yang mempunyai inovasi untuk melakukan perbaikan-perbaikan,” ungkap Nasir.

Setelah meresmikan Perpustakaan Unisnu, rangkaian kunjungan kerja Menristekdikti dilanjutkan dengan membuka dan memberi arahan pada Rapat Koordinasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABPPTSI) Jawa Tengah.

Rangkaian acara ini turut dihadiri oleh Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, Sekretaris Direktur Jenderal Agus Indarjo, Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Budi Djatmiko, Ketua Yayasan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Shodiq Abdullah, Rektor Unisnu Sa’dullah Assa’idi beserta jajarannya, serta para dosen dan mahasiswa Unisnu.

Andriansyah, Annisa Anwar, Anastasia Lintang Proborini
Biro Kerjasama dan Komunikasi Publikasi
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website: https://ristekdikti.go.id

Please follow and like us:
26