Siaran Pers
No: 9/SP/HM/BKKP/I/2019

 

Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur fisik kampus sangat penting untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pelayanan pendidikan tinggi. Dengan adanya penambahan gedung perkuliahan baru, diharapkan juga dapat meningkatkan daya tampung mahasiswa, sehingga akses masyarakat ke pendidikan tinggi meningkat.

“Mudah-mudahan dengan adanya infrastruktur baru, pelayanan pendidikan tinggi di Untan menjadi lebih baik. Harapan saya di 2019 karena fasilitas ini sudah selesai, Universitas Tanjungpura akreditasinya A,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat meresmikan Gedung Baru Proyek Islamic Development Bank (IsDB) 7 in 1 Universitas Tanjungpura pada Jumat, 18 Januari 2019.

Universitas Tanjungpura (Untan) mendapatkan pendanaan dari IsDB untuk perbaikan kapasitas dan modernisasi universitas, perbaikan pelayanan, peningkatan daya saing nasional dan internasional, dan penguatan sumber daya manusia.

Menteri Nasir menambahkan bahwa Peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi dapat dilakukan baik melalui meningkatkan akses perkuliahan konvensional maupun dengan meningkatkan jumlah perguruan tinggi yang melaksanakan perkuliahan daring (online learning). Baik perkuliahan konvensional maupun perkuliahan daring memiliki peran penting untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia.

“Dengan Pendidikan Jarak Jauh dan Online Learning, diharapkan peningkatan APK Pendidikan Tinggi Indonesia di angka 50 persen dapat dicapai dalam waktu yang tidak terlalu lama,” imbuh Nasir.

Rektor Untan Thamrin Usman sangat bersyukur dan mengapresiasi pendanaan IsDB untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan tinggi di Untan. Rektor Untan mengatakan bahwa saat Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi Kalimantan Barat baru mencapai 20 persen, masih di bawah rata-rata nasional. Kehadiran gedung perkuliahan baru di Untan diharapkan dapat meningkatkan daya tampung Untan.

“Sesuai dengan niat dan rencana kami, Untan akan bisa memberikan layanan pendidikan lebih baik lagi, lebih bermutu lagi, oleh sebab itu tahun ajaran ini, daya tampung untuk mahasiswa baru kami tambahkan seribu mahasiswa. Dalam empat tahun ke depan kita akan menampung empat ribu mahasiswa,” ungkap Rektor Universitas Tanjungpura Thamrin Usman pada acara yang sama.

Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji yang turut hadir mengungkapkan provinsinya masih memerlukan lebih banyak kerja sama dengan Untan dalam memenuhi sumber daya manusianya.

“Saya selaku Gubernur sangat berharap sinergi antara Universitas Tanjungpura dengan Pemerintah Provinsi terus ditingkatkan ke depan agar Kalimantan Barat semakin cepat mengejar ketertinggalan. Saya yakin sinergitas yang kita lakukan nanti akan diperhitungkan di kancah Indonesia. Akan ada banyak ide dan inovasi yang disumbangkan dari Kalimantan Barat,” ungkap Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji dalam acara tersebut.

Beberapa gedung baru yang dibangun Untan, mencakup perpustakaan, laboratorium sains, ruang kelas, ruang konferensi, dan ruang e-conference. Pembangunan ini menggunakan hibah dari Islamic Development Bank (IsDB) dengan skema The Development and Upgrading of Seven Universities in Improving The Quality and Relevance of Higher Education in Indonesia yang disingkat 7 in 1 Project.

The Development and Upgrading of Seven Universities in Improving The Quality and Relevance of Higher Education in Indonesia oleh The Islamic Development Bank (IsDB) atau 7 in 1 Project ini memiliki anggaran 2,8 triliun yang dibagi menjadi tujuh perguruan tinggi, yaitu Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) serta Universitas Tanjungpura (Untan).

Peresmian ini dihadiri oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Walikota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Barat Didi Haryono, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Tanjungpura (Kalimantan Barat) Mayor Jenderal TNI Achmad Supriyadi, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Rektor Universitas Tanjungpura Thamrin Usman,
Direktur Eksekutif Project Implementation Unit (PIU) Proyek 7 in 1 Untan Yoke Lestyowati.

Turut hadir juga beberapa pimpinan perguruan tinggi penerima 7 in 1 Project, mencakup Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sutrisna Wibawa, Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Nurhasan, dan Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Syamsu Qamar Badu, serta perwakilan IsDB dan perwakilan dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Badan Perencananaan Pembangunan Nasional (Bappenas).

 

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti