Siaran Pers Kemenristekdikti
No : 187/SP/HM/BKKP/IX/2019

Jakarta – Publikasi Ilmiah Indonesia bergerak secara eksponensial dari beberapa tahun terakhir, hingga mencapai puncaknya di pertengahan tahun 2019, Indonesia berhasil mencapai puncak jumlah publikasi tertinggi di ASEAN dalam hal publikasi ilmiah untuk tahun 2019. Ini semua membuktikan bahwa Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) serius dalam memperbaiki iklim riset Indonesia.

Acara pemberian “Penghargaan Science and Technology Index (SINTA Award) 2019”, merupakan bentuk apresiasi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi terhadap upaya yang dilakukan kalangan peneliti dan akademisi dalam mendorong peningkatan publikasi dan jurnal ilmiah Internasional.

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi menyebutkan, salah satu tantangan yang masih dihadapi Indonesia yakni belum sebandingnya jumlah mahasiswa dan jumlah dosen dengan jumlah publikasi yang dihasilkan. Ia menyebutkan bahwa kurang dikenalnya penelitian anak negeri di tingkat global (Internasional), antara lain diakibatkan rendahnya publikasi global para peneliti tersebut.

Menristekdikti berharap agar SINTA dapat memotivasi para peneliti untuk lebih giat menghasilkan publikasi dan perlahan dapat menghilangkan ketergantungan penggunaan sistem pengindeks publikasi dari luar negeri.

“Sistem ini masih jauh dari sempurna karena memang baru dimulai. Namun tidak akan berhenti untuk disempurnakan. Dengan SINTA diharapkan daya saing jurnal dan publikasi ilmiah dapat meningkat tajam di tahun-tahun ke depan. Publikasi ilmiah saat ini memegang peranan sangat penting sebagai bukti pertanggungjawaban ilmiah hasil penelitian sehingga dapat dikenal luas secara global,” kata Menteri Nasir di Jakarta Convention Center (JCC).

‘World Class University (WCU)’ menempatkan publikasi ilmiah sebagai salah satu indikator dalam melakukan pemeringkatan perguruan tinggi di seluruh dunia. Sampai tanggal 9 September 2019, publikasi ilmiah Indonesia di tingkat ASEAN untuk tahun 2018 yang telah diterbitkan jurnal Scopus sebanyak 34.007, menduduki posisi pertama diikuti oleh Malaysia sebanyak 33.286, namun publikasi untuk tahun 2019 Indonesia sementara menjadi kedua di angka 19.916 dikalahkan oleh Malaysia di angka 20.993, masih ada waktu untuk segera terus berkompetisi di Asean dan secara Global. Sementara jurnal kita terus mengalami peningkatan baik yang terakreditasi nasional maupun bereputasi Internasional.

Dalam kesempatan yang sama Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati menjelaskan bahwa dalam kurun satu tahun SINTA telah mengalami perkembangan yang cukup pesat, dari sisi kuantitas dan kualitas.

“Sampai 9 September 2019 telah terdaftar lebih dari 177.000 dosen dan peneliti, 4.776 lembaga, 2.720 jurnal, 26.588 buku dan 2.543 kekayaan intelektual yang sudah masuk terindeks di Sinta berdasarkan hasil verifikasi, akreditasi dan evaluasi. Integrasi data sebelumnya dengan Google Scholar dan Scopus, ditingkatkan dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk buku, Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual untuk paten dan hak cipta, serta Web of Science,” jelasnya.

Dalam perhelatan Sinta Award 2019 terdapat 3 rangkaian kegiatan lain ini, diantaranya;

  1. Launching Program Unggulan

• Id Menulis, sebagai wahana tutorial dan pendampingan dalam melakukan publikasi ilmiah.

• RAMA (Repositori Tugas Akhir Mahasiswa), merupakan layanan integrasi repositori tugas akhir mahasiswa yang dikelola oleh setiap perguruan tinggi.

• Anjani (Anjungan Integritas Akademik), merupakan layanan sistem pembinaan, pelaporan pelanggaran integritas akademik dan pendeteksi kemiripan karya ilmiah.

Ketiga sistem baru tersebut melengkapi sistem yang sudah dikembangkan oleh Kemenristekdikti dalam peningkatkan kualitas publikasi yang beretika dan berintegritas.

  1. Nasional Expo for Science and Technology (NEST), yang merupakan multi event yang terdiri dari pameran produk, pameran poster, pameran virtual, penganugerahan, rakornas, seminar, talkshow, perlombaan, dan demo produk.

Produk-produk yang ditampilkan merupakan hasil riset unggulan yang berpotensi menjadi brand nasional

Pemberian Penghargaan Sinta Awards untuk 5 Pemenang, dengan kategori:

1.Penghargaan Publikasi Ilmiah ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada penulis.

  1. Penghargaan Publikasi Ilmiah ilmu pengetahuan dan teknologi diberikan kepada lembaga.

3.Penghargaan Jurnal Ilmiah diberikan kepada jurnal akreditasi nasional peringkat 1 dengan H-5 indeks dan dampak tertinggi yang terdata dalam SINTA, serta terindeks Scopus.

  1. Penghargaan Kekayaan Intelektual Bidang Paten diberikan kepada inventor sebagai apresiasi atas permohonan paten terbanyak dan terproduktif yang terdata dalam SINTA.
  2. Penghargaan Kekayaan Intelektual Bidang Paten, diberikan kepada lembaga sebagai apresiasi atas permohonan paten terbanyak dan terproduktif yang terdata dalam SINTA.

Berikut nama-nama penerima SINTA Award 2019:

  1. Publikasi Ilmiah Kategori Penulis Peringkat I, diberikan kepada Riyanarto Sarno (Institut Teknologi Sepuluh Nopember).
  2. Publikasi Ilmiah Kategori Penulis Peringkat II, diberikan kepada I Gede Wenten (Institut Teknologi Bandung).
  3. Publikasi Ilmiah Kategori Penulis Peringkat III, diberikan kepada Hanung Adi Nugroho (Universitas Gadjah Mada).
  4. Publikasi Ilmiah Kategori Lembaga Peringkat I, diberikan kepada Institut Teknologi Bandung (ITB).
  5. Publikasi Ilmiah Kategori Lembaga Peringkat II, diberikan kepada Universitas Indonesia (UI).
  6. Publikasi Ilmiah Kategori Lembaga Peringkat III, diberikan kepada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
  7. Jurnal Ilmiah Terbaik Peringkat I, diberikan kepada Jurnal Cakrawala Pendidikan (Universitas Negeri Yogyakarta).
  8. Jurnal Ilmiah Terbaik Peringkat II, diberikan kepada Acta Medica Indonesiana (Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia).
  9. Jurnal Ilmiah Terbaik Peringkat III, diberikan kepada Jurnal Pendidikan IPA Indonesia/ Indonesia Journal of Science Education (Universitas Negeri Semarang).
  10. Kekayaan Intelektual Bidang Paten Inventor paling Produktif Peringkat I, diberikan kepada Purwadi (Universitas Brawijaya).
  11. Kekayaan Intelektual Bidang Paten Inventor paling Produktif Peringkat II, diberikan kepada teti Estiasih (Universitas Brawijaya).
  12. Kekayaan Intelektual Bidang Paten Inventor paling Produktif Peringkat III, diberikan kepada Tulus Ikhsan Nasution (Universitas Sumatera Utara).
  13. Kekayaan Intelektual Bidang Paten Lembaga Terproduktif Peringkat I, diberikan kepada Institut Pertanian Bogor (IPB).
  14. Kekayaan Intelektual Bidang Paten Lembaga Terproduktif Peringkat II, diberikan kepada Universitas Brawijaya (UB).

15.Kekayaan Intelektual Bidang Paten Lembaga Terproduktif Peringkat III, diberikan kepada Universitas Diponegoro (Undip).

Pada kesempatan tersebut turut hadir mendampingi Menristekdikti Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Dirjen Sumber Daya Ilmu Ipek Dikti Ali Ghufron Mukti, Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kemenristekdikti Hari Purwanto, Perwakilan Lembaga Pemerintah Non-Kementerian di lingkungan Kemenristekdikti, serta tamu undangan lainnya.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
dan
Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan
Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi