Siaran Pers Kemenristek/BRIN
Nomor: 283/SP/HM/BKKP/XII/2019

Bandung – Menteri Riset Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengadakan kunjungan ke dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rutin menghilirisasi hasil inovasi, yaitu PT Bio Farma dan PT Dirgantara Indonesia (PTDI) yang keduanya terletak di Bandung pada Kamis (12/12).

Menristek/Kepala BRIN mengawali kunjungannya dengan mengunjungi Laboratorium Center of Excellence PT Bio Farma yang mengembangkan typhoid conjugate vaccine (TCV) dan rotavirus vaccine untuk diproduksi pada 2020 dan 2021 dan akan diekspor ke negara-negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) serta negara-negara Afrika. PT Bio Farma yang sudah mengekspor obat ke 140 negara ini diakui Menristek/Kepala BRIN terdepan dalam memproduksi dan memasarkan inovasi.

“Kami melihat bahwa Bio Farma adalah salah satu industri yang sudah secara intens melakukan hilirisasi hasil penelitian, bersama lembaga penelitian seperti LIPI dan BPPT maupun perguruan tinggi. Bio Farma sudah terlibat langsung dalam ekosistem inovasi di mana Bio Farma berfungsi sebagai pihak dunia usaha yang berupaya agar riset yang dilakukan oleh universitas dan lembaga tadi berujung pada produk yang nantinya dibutuhkan oleh masyarakat,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Adapun produk yang dihasilkan dari kerja sama antara Bio Farma dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) di bawah koordinasi Kemenristek/BRIN mencakup lain vaksin Erythropoietin atau EPO hasil kerja sama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pengembangan vaksin Dengue kerja sama dengan BPPT dan Eijkman, serta HPV (Human Papilloma Virus) untuk kanker serviks hasil kerja sama dengan LIPI dan BPPT.

Menteri Bambang Brodjonegoro kemudian mengunjungi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) untuk meninjau proses komersialisasi Pesawat N219.

“Salah satu program N219, semoga menjadi awal yang baik. Gagasan dari awal akhirnya sudah siap di komersialkan. Harapannya ada airline atau perusahaan yang bisa jadikan armadanya,” ungkap Menteri Bambang Brodjonegoro.

Inovasi lain yang juga ditinjau adalah pesawat tanpa pilot atau drone kelas medium altitude long endurance (MALE), Wulung NW01 – 100 yang dikembangkan PTDI bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Drone Wulung ini dapat dipergunakan untuk mengawasi wilayah darat dari udara tanpa memerlukan bandara.

“Bisa ditawarkan kepada militer, tetapi jika untuk militer terlalu kecil, pemasarannya bisa kepada Polri yang bisa gunakan untuk tugas keamanan. Keberadaan Wulung itu cukup pas karena tidak perlu bandara dan lain-lain,” ungkap Menristek/Kepala BRIN.

Turut hadir dalam rangkaian kunjungan ini Plt. Deputi Penguatan Inovasi Jumain Appe, Direktur Inovasi Industri Santosa Yudo Warsono, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapat Teknologi (BPPT) Hammam Riza, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi, Direktur Utama PT Bio Farma Honesti Basyir beserta para direktur, dan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (PTDI) Alfien Goentoro beserta para direktur.


Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN