Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mendorong Provinsi Sulawesi Selatan untuk menjadi pusat perbenihan dan pengembangan ternak sapi di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Ini disampaikan Menteri Nasir saat meresmikan terbentuknya Teaching Industry di Maiwa Breeding Center, Universitas Hasanuddin, Makassar pada Senin (4/2).

Menteri Nasir melihat bahwa pengembangan pusat perbenihan yang dilakukan Universitas Hasanuddin melalui Maiwa Breeding Center (MBC) ini memiliki prospek cerah. “Pusat breeding ini merupakan yang pertama kali dikembangkan oleh perguruan tinggi di luar Jawa. Ke depan ini akan menjadi pusat perbenihan di Kawasan Timur Indonesia”, harap Nasir.

Lebih lanjut Nasir menjelaskan bahwa breeding merupakan hal yang sangat penting dalam industri peternakan. Breeding merupakan penyiapan bahan baku berupa sperma beku yang digunakan dalam proses inseminasi buatan pada sapi-sapi indukan untuk menghasilkan bibit sapi unggul dan berkualitas.

Dalam proses perbenihan ini Nasir melihat bahwa kualitas dan kuantitas indukan harus dijaga. Kemampuan produksi sperma beku yang tinggi akan sia-sia tanpa didukung indukan yg berkualitas dan kuantitas indukan yg cukup. Untuk itu perlu peran pemda utk melarang pemotongan sapi-sapi betina yang masih produktif.

Dalam mendukung ketahanan pangan khususnya di bidang peternakan, inovasi dalam hal perbenihan harus didukung pula inovasi-inovasi lain misalnya dalam hal penggemukan sapi, penyiapan pakan, dan produk-produk makanan olahan berbasis sapi.

Nasir mencontohkan permintaan bakso di Rusia sangat luar biasa. Ini merupakan peluang ekspor untuk produk-produk inovasi pangan. “Ke depan jika kontinuitas produksi bakso di MBC sdh terjaga, sangat dimungkinkan untuk melakukan ekspor”, harap Nasir.

Di sisi lain, Menteri Nasir berharap dengan terbentuknya teaching industry di MBC ini mampu mendorong peningkatan riset dan inovasi khususnya di bidang peternakan dan menghasilkan lulusan yang kompeten di bidangnya. Selain itu Nasir menjelaskan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan teaching industry saat ini sedang digodok kebijakan untuk perbaikan teaching industri.

Tampak hadir pada kegiatan ini Rektor Universitas Hasanuddin Dwia Aries Tina Pulubuhu, Direktur Sistem Inovasi Ophirtus Sumule, Direktur Inovasi Industri Santoso Yudo Warsono, Jajaran Forkopimda Provinsi Sulawesi Selatan, Civitas Akademika Universitas Hasanudin dan mitra Universitas Hasanuddin dlm pengembangan MBC.

 

M.S. Fajri
Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https://ristekdikti.go.id