SiaranPersKemenristekdikti
No: 106/SP/HM/BKKP/VI/2019

Surabaya – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Surabaya. Dalam kesempatan ini, Menristekdikti menekankan perguruan tinggi harus dijaga dari radikalisme dan diskriminasi karena dua hal tersebut tidak sesuai dengan Pancasila perjuangan pendiri negara di masa lalu.

“Kepala Lembaga (Layanan Pendidikan Tinggi), perguruan tinggi negeri, dan rektor-rektor harus menjaga kampus, menjaga NKRI, Pancasila sebagai ideologi negara, Undang-undang Dasar 1945 sebagai dasar negara dan semboyan Bhinneka Tunggal Ika, ini harus kita jaga,” ungkap Menristekdikti.

Menristekdikti menyampaikan semua perguruan tinggi perlu dipastikan tidak terdapat radikalisme dan diskriminasi.

“Kampus tidak boleh lagi ada radikalisme dan diskriminasi. Saya sebagai menteri sudah tidak bedakan lagi antara negeri dan swasta. Contohnya upacara ini tidak di perguruan tinggi negeri. Ini dalam rangka mengurangi diskriminasi,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir di hadapan para jurnalis setelah Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Kampus 2 Universitas PGRI Adi Buana Surabaya pada Sabtu (1/6) pagi.

Setelah menghadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila, Menteri Nasir menyempatkan diri melakukan Soft Launching Virtual Learning Environment of Adi Buana (Virlenda) Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Dalam soft launching ini, Nasir memberi kuliah singkat tentang Pancasila melalui konferensi video kepada mahasiswa dan dosen di Bangkalan, Madura dan Medan, Sumatera Utara. Dalam kesempatan ini, Menristekdikti menjelaskan sejarah beberapa pihak yang menyebarkan gagasan radikalisme di perguruan tinggi Indonesia sejak 1983, terutama yang menyebarkan gagasan mendirikan khilafah.

“Mengabaikan para pendiri negara, mereka tidak memahami apa yang dilakukan para pendiri negara yang perjuangan tumpah darahnya dilakukukan demi harmonisnya antar elemen bangsa,” ungkap Menristekdikti.

Di sisi lain Nasir menyambut baik upaya Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dalam mengembangkan Virlenda untuk mendukung pembelajaran elektronik (e-learning) dan pendidikan jarak jauh (distance learning). Nasir berpendapat pendidikan jarak jauh juga dapat meningkatkan kesatuan bangsa melalui terbukanya akses pendidikan yang berujung pada kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Nanti kalau ini bisa berjalan dengan baik, kita bisa menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mahasiswa Universitas PGRI Adi Buana tidak lagi hanya ada di Surabaya. Tadi ditunjukkan dari Bangkalan Madura, ada dari Medan. Mungkin nanti ada kelas di Papua, di Ambon, di Halmahera, di Kupang, di kota-kota lain di Indonesia,” harap Menteri Nasir.

Sesuai dengan arah pembangunan 2019-2024 yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), pemerataan ekonomi, serta penguasaan ilmu pengetahuan san teknologi untuk menghasilkan inovasi unggul, Menristekdikti menekankan SDM Indonesia harus berpijak pada Pancasila.

“Kita harapkan rektor, dosen, mahasiswa bersama-sama membangun pendidikan berkualitas. Negara lain sudah ingin lompat lebih tinggi pada Revolusi Industri 4.0, kita masih berkutat pada masalah kebangsaan. Masalah kebangsaan harus sudah selesai,” ungkap Menristekdikti.

Dalam kesempatan ini, Menteri Nasir menyampaikan Pemerintahan Indonesia telah berhasil meningkatkan tingkat daya saing Indonesia pada IMD World Competitiveness Ranking yang melonjak dari peringkat 43 di Tahun 2018 menjadi peringkat ke 32 di Tahun 2019. Hal ini tercapai karena pembangunan Indonesia didukung nilai-nilai dasar Pancasila sampai saat ini.

“Pada laporan tahun 2019 di dalam IMD World Global Competitiveness Ranking, kita dari 43 melompat menjadi 32. Indonesia melompati 11 negara. Di sejarah Indonesia kita tidak pernah, baru kali ini,” ungkap Menteri Nasir.

Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Djoko Adi Walujo mengungkapkan perguruan tinggi yang dipimpinnya akan terus mengembangkan pendidikan jarak jauh, terutama dari sisi materi pembelajarannya.

“E-learning jangan sampai memindahkan kuliah, terus distreamingkan tapi harus membuat karya-karya yang sangat inovatif. Ini sedang kami lakukan oleh karenanya saya launching hari ini, agar ada tekad ke depan,” ungkap Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Djoko Adi Walujo.

Turut hadir dalam rangkaian kunjungan kerja Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi hari ini Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo, Kepala Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Nada D.S. Marsudi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII (Jawa Timur) Suprapto, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII (Jawa Timur) Widyo Winarso, Rektor Universitas Negeri Surabaya Nurhasan, Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya Djoko Adi Walujo, serta para rektor perguruan tinggi swasta di Surabaya dan sekitar tiga ribu mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Surabaya sebagai peserta upacara.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik Kemenristekdikti

Instagram @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https: //ristekdikti.go.id
Google Play: G-Magz

Please follow and like us:
26