SIARAN PERS
No : 34/SP/HM/BKKP/II/2019

Bandung – Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir menegaskan bahwa seluruh perguruan tinggi di bawah Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) harus melakukan percepatan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas. Hal ini disampaikan Menristekdikti saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional LPTNU di Hotel Savoy Homann, Bandung, (16/02).

Menristekdikti menargetkan PTNU yang saat ini mendapat akreditasi B bisa segera meningkatkan akreditasi A pada lima tahun mendatang. PTNU harus mengejar ketertinggalan dari kampus lain.

“LPTNU harus berkembang lebih cepat. Karena ini baru, jadi harus lebih cepat, lebih kencang,” ucap Menristekdikti.

Menristekdikti mengungkapkan setidaknya ada dua kampus yang hampir mendekati penilaian akreditasi A. Kedua kampus tersebut adalah Universitas Islam Malang (Unisma) dengan nilai 357 dan Universitas NU Surabaya (UNUSA) dengan nilai sekira 340. Menristekdikti optimis tiga tahun ke depan, kedua kampus ini akan meraih akreditasi A.

Menristekdikti menyadari masih banyak kampus NU yang belum terakreditasi A, hal tersebut dikarenakan usia PTNU masih relatif muda. Menristekdikti optimis PTNU memiliki potensi besar untuk diminati masyarakat. Menurut Menristekdikti, kampus NU unggul di bidang keagamaan.

Menristekdikti yang juga Ketua LPTNU memberikan penghargaan kepada
sembilan PTNU yang dinilai maju berdasarkan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) dan Sistem Penjaminan Mutu Internal Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME).

Berikut ini nama kampus tersebut:

  1. UNU Surabaya.
  2. Universitas Islam Malang.
  3. Universitas Wahid Hasyim Semarang.
  4. Universitas Islam NU Jepara.
  5. UNU Lampung.
  6. Universitas Sains Al Quran Wonosobo.
  7. UNU Al Ghazali Cilacap.
  8. UNU Sidoarjo.
  9. UNU Surakarta.

Menurut Wakil Ketua LPTNU Muhammad Afifi kriteria penghargaan bagi PT tersebut kriteria penilaiannya berdasarkan standar Kemristekdikti yang sudah diranking secara nasonal.

Afifi menambahkan, LPTNU berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan di lingkungan NU, hal ini sesuai dengan amanat dari Menristekdikti.

Upaya-upaya tersebut, telah dilakukan sejak 2015. Misalnya yang belum terakreditasi, didorong menjadi terakreditasi. Yang terakreditasi C didorong menjadi B. Yang B didorong menjadi A, dan online learning-pun terus diupayakan. Menristekdikti menyarankan PTNU bekerja sama dengan Universitas Terbuka untuk peningkatan mutu pendidikan tinggi berbasis online.

Sekretaris LPTNU Lukmanul Khakim mengatakan, sejak LPTNU berdiri, PTNU telah mengalami kemajuan pesat. Jika sebelumnya hanya ada 100 kampus, kini jumlahnya mencapai 217 kampus di seluruh Indonesia. Penerima beasiswa bidikmisi PTNU juga meningkat.

“Tahun 2017 ada 956 mahasiswa, tahun ini 1465 mahasiswa,” kata Lukmanul Hakim.

Rakornas yang bertema Strategi Penguatan Kelembagaan PTNU dalam Menghadapi Revolusi Industri 4.0 ini dimulai sejak Jumat (15/2) dan berakhir Ahad (17/2). 

Rakornas yang dihadiri 257 PTNU seluruh Indonesia ini menggelar rapat komisi, menghasilkan rekomendasi, serta beberapa seminar tentang penguatan SDM PTNU, dan sosialisasi percepatan guru besar bagi dosen.

Pada kunjungan kerja kali ini, Menristedikti didampingi Sekretaris Ditjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Iptek dan Dikti Agus Indarjo, Direktur Karier dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Ditjen SDID Bunyamin Maftuh,
Direktur Kemahasiswaan Ditjen Belmawa Didin Wahidin, Direktur Pembelajaran Ditjen Belmawa, Paristiyanti Nurwardani, dan Kepala LLDIKTI Wilayah IV Uman Suherman.

Dalam kunjugan kerjanya ke Bandung, Menristekdikti juga menyerahkan Surat Keterangan (SK) Pendirian Universitas Persatuan Islam (UNIPI) kepada Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis) KH. Aceng Zakaria.

Menristekdikti mengatakan proses pembentukan UNIPI harus dilaksanakan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya oleh PP Persis, sehingga tahun ini bisa membuka tahun akademik pelajaraan bagi mahasiswa. Ada lima hal yang harus segera dipersiapkan UNIPI, yaitu persiapan kelas program studi, dosen, infrastruktur, kurikulum, juga keuangan lembaga pendidikan. Jika lima hal tersebut dipersiapkan dengan baik, maka UNIPI bisa segera berjalan.

Menristekdikti berpesan, PP Persis bisa menggabungkan sekolah tinggi yang selama ini sudah dimiliki PP Persis menjadi satu di UNIPI. Dengan begitu, program studi yang ditawarkan semakin banyak dan mampu bersaing dengan kampus lain.

“PP Persis kan punya banyak sekolah tinggi. Harapannya bisa di-merger jadi satu universitas. Nanti dimana lokasinya, yang penting masih dalam satu lokasi. Supaya kalau merger maka makin kuat dan efisien ini jadi punya daya saing lebih baik,” ujar Menristekdikti usai menyerahkan SK UNIPI di PP Persis di Bandung.

Kunjungan kerja Menristekdikti di Bandung ditutup dengan Jalan sehat dari Hotel Savoy Homann ke Alun-Alun Kota Bandung, bersama civitas academica PTNU (17/2).

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristekdikti

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https://ristekdikti.go.id

Please follow and like us:
0