Beijing, 25 April 2019, Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), bersama Menteri Luar Negeri dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, ditugaskan mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, yang mewakili Pemerintah Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi Kedua Belt and Road Forum, 25 – 28 April 2019 di Beijing, Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Dalam rangkaian pertemuan, Menristekdikti Mohamad Nasir juga diminta menjadi pembicara utama dalam pertemuan bergengsi di bidang Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Inovasi (IPTEKIN) yang bertema ‘Thematic Forum on Silk Road of Innovation’ pada tanggal 25 April 2019.

Dalam pidato kuncinya Menristekdikti menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Iptek RRT yang telah mengudangnya untuk menjadi salah satu pembicara kunci di forum Internasional, bersama-sama dengan Menteri Iptek RRT, Menteri Perkembangan Inovasi Uzbekistan, Menteri Pengembangan Ekonomi dan Teknologi Slovenia, Direktur Jenderal WIPO (The World International Property Organization), President Chinese Academy of Sciences (CAS), Executive Vice President China Association for Science Technology, Secretary for Innovation and Technology of the Hong Kong SAR.

Menristekdikti Mohamad Nasir juga menyatakan bahwa Pemerintah RI dan RRT telah berupaya meningkatkan kerjasama IPTEKIN dalam lima tahun terakhir (2014 – 2019).

Saat ini ada 9 (sembilan) kesepakatan kerjasama antara Kemenristekdikti dengan Kementerian Iptek RRT, yaitu

Tahun 2015:

  1. Implementing Arrangement (IA) on Co-establishment Indonesia – China Joint Laboratory.
  2. IA on Co-establishment of Indonesia-China Technology Transfer Center – focal point LIPI
  3. IA on Scientist Exchange Program – focal point Kemenristekdikti

Tahun 2016:

  1. IA on Co-Establishing Indonesia-China Joint Laboratory on Biotechnology – focal point Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).
  2. IA on Co-Establishing Indonesia – China Joint Laboratory on High Temperature Gas-Cooled Reactor (HTGR) – focal point Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN).

Tahun 2017:

  1. Plan of Action on Science, Technology and Innovation Cooperation – focal point Kemenristekdikti.
  2. IA on Co-Establishing Indonesia China Joint Research Center for Port Construction and Disaster Prevention and Mitigation – focal point Institut Teknologi Bandung (ITB).
  3. IA Cooperation in Science Techno Parks (STP) – focal point Kemenristekdikti.

Tahun 2019

  1. Memorandum of Understanding (MoU) on Co-Establishing Indonesia – China Joint Research Center on High-Speed Railway Technology, yang baru saja di tanda-tangani oleh Menristekdikti Indonesia Mohamad Nasir dan Menteri Iptek RRT Wang Zhigang, per 25 April 2019, di Beijing.

MoU atau Nota Kesepahaman ini bertujuan untuk menciptakan suatu platform kerjasama, dalam rangka peningkatan kapasitas SDM dan Iptek Indonesia dan Tiongkok, dalam bidang Teknologi Kereta Api Cepat.

Ruang lingkup kerjasama yang di sepakati dalam perjanjian ini adalah

(i) kerjasama riset dan pengembangan,

(ii) pelatihan, lokakarya dan seminar,

(iii) pertukaran peneliti dan staf akademik,

(iv) teknologi transfer,

(v) meningkatkan kerjasama diantara sesama pendidikan tinggi dan pihak swasta.

Dalam forum ini, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti, Muhammad Dimyati juga menjadi salah satu panelis dalam sesi Joint Laboratory Establishment, disamping tiga topik lainnya yaitu Science and Technology People-to-people Exchange, Joint Laboratory Establishment, Science Park Cooperation, Technology Transfer and Collaborative Innovation.

Pada hari pertama kunjungan kerja di Beijing, RRT, Menristekdikti juga mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Iptek RRT Wang Zhigang dengan segenap jajarannya. Kedua Menteri saling menghargai kerjasama yang telah terjadi dalam lima (5) tahun terakhir, dan bersepakat akan terus meningkatkan kolaborasi IPTEKIN dan memacu progam peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) antar dua Negara, khususnya bagi generasi muda (millennials). Pertemuan bilateral ini juga dihadiri oleh Dirjen Penguatan Risbang Kemenristekdikti Muhammad Dimyati, Staf Ahli Menristekdikti Bidang Infrastruktur Iptekdikti Hari Purwanto, Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Aries, Kepala Biro Kerjasama dan Kompublik Kemenristekdikti Nada Marsudi, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) Yaya Sutarya, Kedutaan Besar RI untuk RRT.

Selain itu, Menristekdikti Mohamad Nasir juga berkesempatan untuk bertemu dengan sejumlah perwakilan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Tiongkok (PPIT) yang diorganisir oleh Atdikbud, yang merupakan cikal bakal pemimpin Indonesia dimasa yang akan datang.

Nada Marsudi
Biro Kerjasama dan Kompublik
Kementerian Ristekdikti
dan
Yaya Sutarya Atdikbud KBRI Beijing

#RistekdiktiBranding

#BikinIndonesiaMaju

#InovasiIndonesia