Siaran Pers KemenristekBRIN
Nomor : 230/SP/HM/BKKP/X/2019

Jakarta – Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Bambang P.S Brodjonegoro memimpin Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda di Lapangan Upacara Gedung II BPPT Lantai 3, Jakarta (28/10). Menteri Bambang mengatakan pemuda memiliki peranan strategis bagi kemajuan bangsa.

“Pemuda untuk Indonesia maju adalah pemuda yang memiliki karakter, kapasitas, kemampuan inovasi, kreativitas yang tinggi, mandiri, inspiratif serta mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan dunia. Di tangan pemudalah Indonesia bisa maju,” ujarnya.

Menteri Bambang mengatakan Kementerian Riset, Teknologi dan Badan Riset Inovasi Nasional harus sudah membangun fondasi menjadi negara maju mulai hari ini. Langkah awal adalah dengan mengidentifikasi kontribusi apa yang bisa diberikan Kemenristekdikti/BRIN untuk membawa Indonesia menjadi negara maju, terutama dengan bonus demografi yang akan dimiliki Indonesia.

Ia berharap generasi muda Indonesia sebagai pemegang tongkat estafet kemajuan bangsa dapat memaknai idealisme dan semangat pemuda memegang peranan penting dalam setiap perjalanan bangsa Indonesia, tidak hanya tidak bicara persatuan, kesatuan dan kemerdekaan saja namun dalam konteks komitmen dan tekad dalam mengendalikan Indonesia menjadi negara maju.

Dalam pidatonya Menteri Bambang menyebutkan, momentum Sumpah Pemuda diharapkan bisa kembali mengingatkan masyarakat Indonesia akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Tidak ada yang penting bagi kita hari ini selain memaknai sumpah pemuda sebagai komitmen kita kembali menjaga persatuan bangsa sekaligus menjaga kebhinekaan kita”, ucapnya.

Menteri Bambang menjelaskan tema Sumpah Pemuda tahun ini “Bersatu Kita Maju” sangat relevan dengan cita-cita bangsa Indonesia menjadi negara maju pada pada tahun 2045, dengan melibatkan segala elemen pemerintahan dan masyarakat. Oleh karena itu Menteri Bambang mengajak segenap ASN dilingkungan Kementerian Riset, Teknologi/ Badan Riset Inovasi Nasional untuk dapat menyatukan langkah dan mengorganisir kinerja agar Indonesia dapat membangun fondasi menjadi negara maju.

“Kita semua yang hadir disini merupakan bagian dari pemerintah sebagai ‘leader’ yang bertanggung jawab bersama segala elemen masyarakat untuk dapat menyatukan langkah dan mengorganisir kinerja agar Indonesia menjadi negara maju. Kita harus punya deadline, kapan kita akan menjadi negara maju ? Seperti kajian yang banyak dilakukan, tidak ada waktu yang lebih baik selain perayaan 100 tahun Indonesia pada tahun 2045. Kita masih punya waktu 25 tahun untuk membangun fondasi mewujudkan cita-cita bangsa dan negara,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Sesjen Ainun Naim, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ismunandar, Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Hammam Riza, Kepala Badan Standardisasi Nasional Bambang Prasetya, Ketua Dewan Riset Nasional Bambang Setiadi, pejabat Eselon II Kemenristek/BRIN serta tamu undangan lainnya.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN