Siaran Pers Kemenristekdikti
Nomor : 91/SP/HM/BKKP/V/2019

Denpasar – Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Papua Barat dan Papua didorong untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia terkait potensi Tanah Papua. Ada banyak potensi Papua yang akan menyejahterakan Orang Asli Papua (OAP), apabila perguruan tingginya menyediakan program studi yang mendukung potensi tersebut, demikian ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir saat Rapat Kerja Wilayah Pimpinan Yayasan dan Pimpinan Perguruan Tinggi Swasta di Lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV Papua – Papua Barat Tahun 2019.

“Di Papua ada pusat wisata terkenal, yaitu di Raja Ampat yang begitu indah, begitu bagus, bagaimana sumber daya manusia penyedia wisatanya? Kalau orang wisata itu ada berbagai keinginan. Di laut sudah jelas bagus buat yang ingin diving, tapi malam harinya harus diadakan kegiatan kalau wisata,” ungkap Menristekdikti saat Rakerwil yang diselenggarakan di Hotel Grand Inna Kuta Bali pada Rabu (8/5) tersebut.

Menteri Nasir mengungkapkan untuk dapat berinovasi dalam pariwisata di Raja Ampat, diperlukan program studi yang dapat melahirkan lulusan yang mampu melihat potensi pariwisata di Papua. Nasir juga menyampaikan PTS di Papua dapat belajar dan bekerja sama dengan perguruan tinggi di Bali yang sudah lama mengembangkan program studi terkait wisata.

“Program studi pariwisata menjadi sangat penting. Kalau program studi itu penting, berikutnya ikutannya adalah (program studi) kesenian harus kita dorong. Yang ketiga program studi kuliner. Mungkin nanti kalau bisa kita lakukan kerja sama di Bali ini,” ungkap Nasir.

Dalam pengembangan potensi kuliner di Papua, PTS dan pemuda di Papua belum banyak yang mengembangkan dan mengemas makanan pokok khas Papua, yaitu sagu.

“Juga kalau kita datang di Manokwari atau di Sorong Selatan, dimana itu ada sagu yang banyak. Pertanyaannya adalah apakah sagu kita hanya kita olah begitu saja,” ungkap Nasir.

Menteri Nasir mengakui dirinya saat ini rutin mengkonsumsi sagu setiap hari setelah mengetahui kelebihan makanan pokok ini dibanding nasi, namun Nasir menyampaikan sagu perlu dikembangkan lagi oleh pemuda dan perguruan tinggi di Papua Barat dan Papua.

“Saya sekarang setiap hari konsumsi sagu juga. Ternyata sagu itu glutennya sangat rendah, tapi sagu yang sudah dibuat kotak-kotak yang saya masukkan air panas ke mangkuk langsung memuai. Kalau saya ke Maluku selalu beli itu. Bagaimana mengolah sagu menjadi modern, ini yang sangat penting. Tanpa pendidikan, tidak mungkin kita akan ubah ini,” papar Menristekdikti.

Menristekdikti menyampaikan pemerintah akan terus mendorong PTS di Papua untuk mengembangkan program studi dan meningkatkan akreditasinya, selama perguruan tinggi tersebut tidak bermasalah, termasuk tidak memiliki konflik antara pimpinan perguruan tinggi dengan pimpinan yayasan sebagai badan penyelenggara perguruan tinggi tersebut.

“Jangan sampai perguruan tinggi terjadi konflik antara yayasan dengan pimpinan perguruan tingginya. Kalau terjadi konflik, akan merugikan mahasiswa. Harus dijaga betul peraturan yang ditetapkan oleh yayasan dan pimpinan perguruan tinggi,” harap Nasir.

Dalam kesempatan ini, turut hadir Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV (Papua dan Papua Barat) Suriel Samuel Mofu. Dalam sambutannya, mantan Rektor Universitas Papua (Unipa) ini berharap pimpinan PTS dan pimpinan yayasannya yang hadir dapat menyampaikan aspirasi dan pertanyaan langsung kepada Menristekdikti dan para eselon Kemenristekdikti yang turut hadir.

“Dalam rapat kerja ini tentunya kita akan diarahkan, kita akan dapatkan materi-materi, tapi kita juga akan berdiskusi bagaimana meningkatkan kinerja, kualitas kita dalam layanan Kemenristekdikti dalam hal ini LLDIKTI, tetapi juga bagaimana perguruan tinggi swasta meningkatkan kualitas layanan pendidikan tinggi masing-masing. Hari ini juga kita mendengar langsung para narasumber, yang adalah pimpinan-pimpinan tertinggi kita dalam Kemenristekdikti. Saya berharap pimpinan perguruan tinggi dan yayasan dapat memanfaatkan kesempatan ini, tidak hanya mendapatkan informasi, tapi juga berinteraksi langsung dengan Bapak Menteri, Bapak Dirjen, dan narasumber lainnya,” ungkap Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV (Papua dan Papua Barat) Suriel Samuel Mofu

Bersama Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, turut hadir Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kemenristekdikti Ani Nurdiani Azizah, Sekretaris Direktorat Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Agus Indarjo, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV (Papua dan Papua Barat) Suriel Samuel Mofu, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV (Papua dan Papua Barat) Agung Nugroho Marey, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII (Bali dan Nusa Tenggara Barat) I Nengah Dasi Astawa, Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII (Bali dan Nusa Tenggara Barat) Anak Agung Ngurah Rai Indra Wardana, serta puluhan pemimpin yayasan dan perguruan tinggi swasta di Papua Barat dan Papua.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik

Instagram: @Ristekdikti
Twitter: @Kemristekdikti
Facebook: Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi
YouTube: Ristekdikti TV
Website : https://ristekdikti.go.id
Google Play: G-Magz


Please follow and like us:
15