SIARAN PERS

Nomor: 34/SP/HM/BKKP/II/2020

Jakarta – Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi (MASKEEI) bersama Lembaga Pengembangan Inovasi dan Kewirausahaan (LPIK) Institut Teknologi Bandung (ITB), menyelenggarakan seminar nasional tentang kemungkinan penerapan Regulatory Sandbox untuk mendorong penelitian terapan dan inovasi nasional dalam rangka meningkatkan daya saing global menuju Indonesia maju.

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro menekankan bahwa Regulatory Sandbox merupakan salah satu jalan keluar agar hasil riset dan inovasi dalam negeri dapat mengurangi produk impor dan menjadi tuan rumah di negara sendiri.

“Keberadaan produk hasil riset inovasi dalam negeri yang selama ini kurang kita perhatikan, tidak pernah menjadi drive kita dalam mengurangi barang produk impor. Karena drive mengurangi impor itu harus dengan alasan yang kuat, caranya adalah dengan mendukung riset inovasi dalam negeri. Agar inovasi dalam negeri bisa menjadi tuan rumah di dalam negaranya sendiri maka Regulatory Sandbox inilah yang menjadi salah satu jalan keluar,” ungkap Menristek/Kepala BRIN saat memberikan sambutan di Ruang Komisi Utama, Gedung BPPT pada Kamis (27/2).

Istilah Regulatory Sandbox diinspirasi oleh kotak pasir tempat bermain anak-anak, yang tujuan utamanya adalah memberi “tempat bermain” bagi para peneliti, pengembang, dan inovator teknologi menciptakan karyanya dengan nyaman bebas tekanan dari pihak manapun, serta tanpa perasaan was-was akan melanggar peraturan/ketentuan pemerintah yang berlaku. Lebih lanjut Menteri Bambang menyampaikan bahwa seminar ini didukung oleh Kemenristek/BRIN yang memang saat ini sedang mempersiapkan kebijakan terobosan yang diharapkan mampu meningkatkan inovasi nasional.

“Kami menunggu masukan dari hasil seminar Regulatory Sandbox ini, karena kami ingin memposisikan Kemenristek/BRIN ini menjadi pihak yang mengadvokasi perantara kepada kementerian lain. Nanti biarkanlah kami yang akan berjuang supaya ekosistem inovasi menjadi lengkap. Jadi pemerintahnya bisa mendukung dengan regulatory framework dan mendukung dengan aksinya,” ungkap Menteri Bambang

Sebagai pembicara dalam seminar ini antara lain Plt. Deputi Bidang Penguatan Inovasi Kemenristek Jumain Appe, Ketua Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Satriyo S. Brodjonegoro, Kepala BPPT Hammam Riza. Serta sejumlah tokoh dalam bidang pengembangan dan penerapan teknologi modern dari peneliti ITB dan pelaku industri yang diwakili oleh pendiri Texmaco Group Marimutu Sinivasan. Turut hadir Ketua MASKEEI R.M. Soedjono Respati dan Ketua LPIK ITB Sigit P. Santosa.

Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik
Kemenristek/BRIN