Press Release

Ekspose (Coffee morning)

 

 

Hotel Sultan, Jakarta, 07 Desember 2018,

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi menyelenggarakan ekspose kebijakan dengan tema “Urgensi Audit Teknologi untuk menghadapi Industri 4.0”,”  07 Desember  2018 di The Sultan Hotel, Jakarta. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk informasi pentingnya peranan audit teknologi dalam upaya mendorong inovasi teknologi nasional, meningkatkan efektifitas alih teknologi untuk membangun kemampuan teknologi nasional mengendalikan dan mengoptimalkan penerapan teknologi, melindungi kemanan nasional, melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat serta kelestarian lingkungan hidup dan meningkatkan daya saing bangsa. Peranan tersebut penting terutama dalam mendukung untuk menghadapi revolusi industri 4.0.

Ekspose ini dikemas dalam bentuk diskusi yang didahului dengan keynote speech Prof. Jusman Syafii Djamal (Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia), kemudian narasumber utama Hammam Riza (Deputi bidang teknologi Pengembangan sumberdaya alam BPPT) dan Fajar Harry Sampurno (Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media, Kementerian BUMN); dimana diskusi dipimpin langsung oleh Dirjen Penguatan Inovasi Jumain Appe. Acara ekspose ini setidaknya dihadari sekitar 50 peserta dari berbagai stakeholder yang terkait  Audit teknologi.

Revolusi industri 4.0 ditandai dengan lahirnya disruptif teknologi dan memacu lahirnya perusahaan-perusahaan berbasis teknologi (start up) yang mejadi pesaing utama dan mengancam eksistensi perusahaan-perusahaan mainstream.  Ukuran besar perusahaan tidak menjadi jaminan, tetapi akselerasi dan mobility perusahaan menjadi kunci keberhasilan berkompetisi di pasar global. Fleksibilitas perusahaan dalam mengadaptasi dan mengadopsi teknologi terkini adalah platform penting dalam berkompetisi. Untuk itu posisi perusahaan di era disruptif teknologi selalu well inform dan adaptif dengan Audit Teknologi.

Untuk mengkoordinasikan, mengintegrsaikan dan menyelaraskan mekanisme sistem Audit Teknologi secara nasional sebagai instrumen dalam menata fungsi kemandirian teknologi, inovasi, penguatan struktur industri, dan keamanan nasional serta perlindungan kesehatan masyarakat dan lingkungan. Pemerintah telah menyusun Peraturan Presiden tentang Audit Tenologi yang telah melalui proses harmonisasi dan selanjutnya mendapat persetujuan dari kementerian/lembaga terkait, sehingga kita berharap akan segera ditetapkan. Dengan Kebijakan Audit Teknologi yang terintegrasi dan terkoordinir, maka objek audit akan dapat diagendakan secara nasional melalui forum audit teknologi.  Di samping itu, pelaksanaan penguatan kapasitas infratruktur Audit Teknologi, baik lembaga pelaksana Audit teknologi auditor teknologi yang profesional dengan memahami konsep teknologi terkini sesuai dengan standar etik, akan dapat dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan.

Adapun fungsi Audit Teknologi adalah untuk mengetahui (1) Positioning, mengetahui kekuatan dan kelemahan teknologi yang dimiliki; (2) Performence Improvement, menngukur kinerja teknologi, peningkatan produktivitas, peningkatan efektivitas dan efesiensi; (3) Compliance, menilai kesesuaian dengan standar dan rencana; (4) Prevention, melakukan identifikasi risiko-risiko penguatan teknologi dan mencegah kerugian akibat penggunaan teknologi; (5) Planning, Merencanakan pengembangan sistem/ teknologi dan perbaikan kelemahan; (6) Investigation, mengungkap fakta terkait dengan suatu kejadian yang biasanya berimlikasi pada kondisi yang membahayakan keselamatan atau keamanan.  Ruang lingkup audit teknologi mencakup unsur pendukung teknologi yang terdiri dari empat komponen, yaitu : (1) Technoware, yang melekat pada peralatan fisik; (2) Humanware, merujuk pada teknologi yang melekat pada orang seperti pengetahuan, keahlian, kebijakan, kreativitas, dan pengalaman; (3) Infoware, teknologi yang melekat pada software atau dokumen yang terdiri dari proses, teknik, metoda, teori, dan spesifikasi; (4) Organware, teknologi yang melekat pada institusi yang terdiri dari praktek managemen, hubungan, dan susunan organisasi.

Di era revolusi industri 4.0, peran kontrol dan audit teknologi menjadi semakin krusial dan Audit Teknologi tidak dimaksudkan untuk mencari kesalahan, namun suatu upaya perbaikan yang dilakukan  melalui proses sistematis untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif terhadap aset teknologi dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara teknologi dengan kriteria dan/atau standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, substansi audit teknologi merupakan proses identifikasi, analisis dan evaluasi aset teknologi secara sistematis untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan, posisi terhadap kompetitor, status, kemampuan, potensi nilai komersial, kapasitas, prosedur dan kebutuhan, serta kemampuan inovasi dari organisasi/perusahaan sesuai dengan norma, standar, prosedur dan kriteria.

 

Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi

Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi

Please follow and like us:
0